Kaligrafi Keramik Sidoarjo Tembus Pasar Timur Tengah
NU Online · Senin, 8 Oktober 2012 | 02:56 WIB
Batam, NU Online
Kerajinan kaligrafi tiga dimensi yang dicetak di bahan keramik hasil perajin Sidoarjo Jawa Timur tembus pasar Timur Tengah.
<>
"Cetak keramik kami sudah ekspor sampai ke Qatar dan Bangladesh," kata perajin keramik Robby saat mengikuti pameran di Batam, Sabtu.
Ia mengatakan sekali kirim ke Timur Tengah, perajin mengirim puluhan karya seni dengan harga bekisar satu hingga enam juta rupiah.
"Omzetnya saya kurang tahu persis, tapi sekali kirim bisa puluhan," kata dia.
Menurut dia, warga Qatar dan Bangladesh menyukai karya seni timbul yang dihasilkan cetak keramik.
Perajin Sidoarjo dengan merk dagang Galery Hidayah mencetak kaligrafi, gambar Kabah, Roudhoh, Makam Nabi Muhammad SAW menggunakan bahan keramik. Berbeda dengan kaligrafi atau lukisan biasa, cetak kaligrafi berkesan tiga dimensi sehingga seolah-olah nyata.
Selain Timur Tengah, hasil kerajinan cetak keramik juga digemari warga Malaysia.
"Kemarin kami berkesempatan pameran di Malaysia, peminatnya cukup banyak, karena mayoritas muslim," kata dia.
Di Batam, sebenarnya perajin berharap mendapatkan pembeli besar dari Singapura, namun belum mendapatkan.
"Jadi kami memperkenalkan produk saja dahulu," kata dia.
Seni cetak keramik Sidoarjo berbeda dengan seni rupa yang lain dengan tahap pembuatan yang panjang.
Robbi menjelaskan, setelah dicetak, hasilnya kemudian diwarnai sesuai warna asli. Misalnya karpet hijau untuk gambar Roudhoh. Warna tidak bisa diubah agar menyerupai aslinya.
"Paling dibedakan yang minimalis atau yang klasik. Kalau minimalis, kesannya hanya hitam putih, sedang klasik penuh warna," kata dia.
Setelah diwarnai, hasil cetakan kemudian diberikan sentuhan akhir agar mengkilat, sebelum dibingkai.
Harga yang ditawarkan pun bervariasi mulai Rp3 juta sampai Rp8 juta.
"Kalau di Indonesia, peminat sudah lumayan, termasuk Presiden yang ikut membeli," kata dia. (*)
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber : Antara
Terpopuler
1
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
2
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
5
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua