Jakarta, NU Online
Menjadi organisasi yang berpaham moderat (tawasuth) seperti Ahlussunnah wal Jamaah tidak mudah lantaran ia dihadapkan pada dua kutub tantangan antara ekstrem kanan dan ekstrem kiri. Tawasuth memperlukan modal keilmuan yang mendalam.
<>
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan hal itu pada peringatan hari lahir ke-81 Gerakan Pemuda Ansor, Jumat (24/4) malam, di halaman kantor Pimpinan Pusat GP Ansor, Jakarta.
“Memoderasi pemikiran Islam itu yang berat karena membutuhkan ilmu, hujjah, argumentasi, dan aktualisasi terus menerus ila yaumil qiyamah,” katanya.
Kiai yang akrab disapa Kang Said ini lalu menjelaskan jerih payah para ulama Ahlussunah wal Jamaah terdahulu seperti Imam Hasan al-Basri, Imam Abu Hasan al-Asy’ari, Imam Abu Mansur al-Maturidzi, Imam Syafi'i, Imam al-Ghazali, dan lainnya, dalam membangun peradaban Islam. Mereka berjuang mengambil jalan lain di tengah hiruk pikuk politik umat Islam waktu itu dengan menekuni keilmuan.
Berkat jasa mereka, menurutnya, umat Islam kini mewarisi disiplin keilmuan yang kaya. sikap tasawuth mereka di bidang aqidah melahirkan ilmu kalam, di bidang syariat membuahkan ushul fiqh, dan di bidang spiritual melahirkan ilmu tasawuf.
“Sikap tawasuth NU harus kita jaga. Caranya dengan mendalami ilmu. Islam bukan hanya syariat dan aqidah saja, tapi juga tentang akhlak, keilmuan, dan peradaban,” tuturnya di hadapan ratusan kader GP Ansor yang datang dari Jabodetabek.
Hadir pula dalam kesempatan itu mantan ibu negara Hj Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Ketua Umum PP GP Ansor Nusron Wahid, Rais Syuriah PBNU KH Saifuddin Amsir dan KH Masdar Farid Mas’udi, Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud, dan Ketua Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) KH Abdul Manan A Ghani, dan sejumlah pejabat pemerintah. (Mahbib)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jihad Generasi Muda dalam Mengisi Kemerdekaan Indonesia
2
RAPBN 2027 untuk Program MBG Capai Rp240 Triliun, Setara 29 Persen dari Anggaran Pendidikan
3
Khutbah Jumat: Jangan Nodai Kemerdekaan dengan Kemaksiatan
4
Gus Ipul Targetkan DPT Muktamar Ke-35 NU Rampung 17 Agustus 2026, Sebut Progres SK 95 Persen
5
RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, DPR: Harus Berdampak dan Menjawab Harapan Rakyat
6
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
Terkini
Lihat Semua