Karhutla Hanguskan 2.835 Hektare di Enam Provinsi, Palangka Raya Dikepung Udara Berbahaya
NU Online · Jumat, 6 November 2026 | 10:00 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di enam provinsi prioritas telah menghanguskan 2.835 hektare lahan. Di tengah kebakaran yang masih berlangsung, kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak juga memburuk, bahkan mencapai kategori berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikel halus PM2.5.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Jumat (6/11/2026) pukul 09.00 WIB, tercatat 588 titik panas (hotspot) dan 149 titik kebakaran (fire spot) di enam provinsi prioritas. Luas lahan yang terbakar mencapai 2.835 hektare.
Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan dampak karhutla terbesar, yakni 367 titik hotspot, 107 titik fire spot, dan luas lahan terbakar mencapai 2.195 hektare. Selanjutnya, Kalimantan Selatan mencatat 105 titik hotspot, 18 titik fire spot, dan 405 hektare lahan terbakar.
Di Sumatra Selatan, terdapat 85 titik hotspot, 11 titik fire spot, dan 69 hektare lahan terbakar. Sementara itu, Kalimantan Barat mencatat 14 titik hotspot, lima titik fire spot, dan 149 hektare lahan terbakar.
Adapun Jambi mencatat 13 titik hotspot, enam titik fire spot, dan 17 hektare lahan terbakar. Sementara itu, Riau memiliki empat titik hotspot, dua titik fire spot, dan luas lahan terbakar mencapai 2,52 hektare.
Data Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengenai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Jumat (6/11/2026) pukul 09.00 WIB menunjukkan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, berada dalam kategori berbahaya dengan nilai PM2.5 sebesar 843. Sementara itu, Kabupaten Katingan mencatat nilai 222 atau masuk kategori sangat tidak sehat.
Sejumlah daerah lainnya juga mengalami kualitas udara tidak sehat. Di antaranya Kabupaten Barito Selatan dengan nilai 200, Kota Banjarmasin 179, Kabupaten Kapuas 152, dan Kabupaten Kotawaringin Timur 136.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, dengan nilai 129; Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, 122; Siak, Riau, 118; Ogan Komering Ulu Selatan, Sumatera Selatan, 110; Muaro Jambi, Jambi, 108; serta Gunung Mas, Kalimantan Tengah, 107.
Di tengah kondisi tersebut, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Widyawati, mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah, guna mengurangi paparan partikel berbahaya dari asap karhutla.
“Jaga kesehatan dan kebersihan, pastikan kebutuhan air putih tercukupi, cuci tangan secara rutin, konsumsi makanan bergizi, dan jaga kebersihan lingkungan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Widyawati juga meminta masyarakat untuk memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi.
“Kami juga mengingatkan kepada masyarakat yang mengalami batuk, sesak napas, kemudian iritasi mata segera pergi ke fasilitas pelayanan kesehatan,” tandasnya.
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: 3 Pesan Rasulullah untuk Meraih Keselamatan Hidup
2
Digugat ke MK, Pemohon Sebut Masyarakat Dipaksa Menyetujui Program KDKMP
3
Innalillahi, Penyusun Syair Asmaul Husna KH Amjad Al Hafidz Wafat
4
Eks Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
5
Khutbah Jumat: Mencari Rezeki dengan Jujur, Meraih Berkah dalam Hidup
6
Kemenhaj Buka Lowongan Maganghub bagi Lulusan S1, Pendaftaran hingga 4 November
Terkini
Lihat Semua