Kata Alissa Wahid dan Khofifah Parawansa tentang Pelibatan Perempuan dalam Struktur PBNU
NU Online · Kamis, 13 Januari 2022 | 05:00 WIB
Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid) salah satu perempuan yang masuk dalam jajaran Ketua PBNU masa khidmah 2022-2027. (Foto: NU Online/Suwitno)
Siti Maulida
Kontributor
Jakarta, NU Online
Susunan Struktur Pengurus Besar Nahldatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2022-2027 diumumkan oleh Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf di Gedung PBNU Kramat Raya Jakarta. Sejarah baru struktur kepengurusan PBNU kali ini diisi oleh perempuan-perempuan hebat, salah satunya Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid (Alissa Wahid).
Alissa Wahid sebagai salah satu Ketua PBNU mengatakan, dilibatkannya perempuan dalam struktur kepengurusan PBNU merupakan suatu terobosan yang sangat penting dalam perjalanan NU sebagai suatu jami’iyah. Ruang perempuan di Nahdlatul Ulama menurutnya sangat besar.
"Sejak awal ruang untuk perempuan itu besar di Nahdlatul Ulama. Kalau kita melihat acara Nahdlatul Ulama, pasti banyak perempuan tampil di ruang publik. Nah, sama halnya Nyai-nyai di Nahdlatul Ulama itu tidak hanya mengurusi Pak Kiai, namun juga mengurusi santri dan pondok pesantren. Di sini sangat terlihat bahwa perempuan juga dapat berdedikasi di struktur PBNU," ungkap Alsisa saat pengumuman struktur PBNU, Rabu (12/1/2022).
Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian itu mengatakan bahwa dilibatkannya dirinya dalam struktur PBNU tidak hanya untuk dirinya secara pribadi, melainkan sebagai gerbang bagi perempuan lain untuk memperbesar khidmah mereka bagi Nahdlatul Ulama, umat Islam, bangsa, negara dan peradaban dunia sebagaimana visi Rais 'Aam KH Miftachul Akhyar, dan Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Tingkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
Senada, Khofifah Indar Parawansa, yang juga masuk dalam struktur Ketua PBNU mengatakan perempuan di Nahdlatul Ulama selalu terlihat dalam ruang publik. Hadir secara virtual, Khofifah menegaskan kualitas Sumber Daya Manusia ditentukan oleh peran perempuan.
"Untuk membangun Sumber Daya Manusia, perlu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), seperti melalui berbagai program yang dapat memberikan penguatan ekonomi perempuan di perdesaan. Yang kedua melalui pendidikan. Tidak hanya pendidikan formal, pendidikan vokasi dan informal sangat penting," kata Gubernur Jawa Timur Tersebut.
Hal ketiga, untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia NU, perlu menurunkan kasus stunting. Menurt Khofifah, problem stunting sangat dekat dengan perempuan. Kesehatan reproduksi perempuan dari remaja sampai melahirkan perlu diperhatikan, sehingga dalam hal ini perempuan memiliki peran penting untuk NU, untuk upaya memajukan bangsa, dan menyongsong Satu Abad Nahdlatul Ulama.
Kontributor: Siti Maulida
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
6
Khutbah Idul Fitri: Hari Kemenangan untuk Kebebasan Masyarakat Sipil
Terkini
Lihat Semua