Idul Fitri 1446 H, Rais Aam PBNU: Terus Semangat Memperbaiki Diri
NU Online · Senin, 31 Maret 2025 | 08:01 WIB
Ahmad Naufa
Penulis
Jakarta, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Akhyar mengucapkan selamat Idul Fitri kepada segenap kaum Muslimin.
"Selamat Idul Fitri 1446 Hijriyah, 2025 Masehi," ujar Kiai Miftach, sapaan akrabnya, melalui video yang diunggah akun Pesantren Islam Miftachussunnah, Surabaya, Ahad (30/3/2025) malam.
"Semoga Idul Fitri ini Idul Fitri yang betul-betul punya nilai lebih dari Idul Fitri-Idul Fitri yang lalu," imbuhnya.
Kiai Miftach berharap, setelah empat mingguan 'plesir' atau 'touring' dalam kerohanian di bulan Ramadhan, betul-betul menjadikan orang yang menjalaninya menjadi manusia yang baru dilahirkan, jasad dan ruhaninya diperbarui oleh Ramadhan.
"Tentu (Ramadhan) ini sudah cukup untuk menjadikan kita manusia-manusia yang sadar diri, manusia-manusia yang mengupah sikap: yang tidak baik menjadi baik, yang punya semangat untuk terus memperbaiki diri, yang tidak mudah terpengaruh dengan hal-hal yang negatif, tidak ikut arus-arus yang menyesatkan, dan juga betul-betul bisa bisa menyelamatkan diri dan keluarga," urai Kiai Miftach, memotivasi.
Kiai kelahiran Surabaya, 30 Juni 1953 itu juga berharap Ramadhan kali ini merupakan Ramadhan yang paling berkesan dan dapat merindukan pada pertemuan-pertemuan Ramadhan di masa mendatang.
Kiai Miftah mengajak kaum Muslimin mengupayakan apa yang menjadi kewajiban dan kesunnahan di awal 1 Syawal, seperti mengeluarkan zakat fitrah, shalat id, dan bersilaturrahim kepada sanak keluarga.
"Shalat idul fitri, zakat fitrah, dan semuanya — berkunjung bersilatul arham kepada saudara, tetangga, lakukan dengan baik agar lebih menyempurnakan amal kita," pungkas Kiai Miftach.
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua