Kudus, NU Online
Kelompok Bimbingan Ibadah Haji Nahdlatul Ulama (KBIH NU) Kabupaten Kudus melepas 205 calon jamaah haji di aula Gedung Jamiyyatul Hujjaj Kudus (JHK), Ahad (169). Kegiatan yang dikemas dalam acara halal bihalal KBIH NU ini dilakukan secara simbolis oleh ketua PCNU KH Chusnan MS dengan pengalungan rida kepada perwakilan jama'ah. Sementara ulama asal Sidoarjo KH Agus Aly Masyhuri menyampaikan mauidhah hasanah.
<>
Dalam ceramahnya, ulama asal Sidoarjo Jatim itu mengemukakan menjadi seorang haji mabrur merupakan impian semua umat Islam yang menjalankan rukun kelima, namun untuk menyandang predikat tersebut bukanlah hal mudah. "Haji mabrur ini hal yang mudah diucapkan, tetapi sangat sulit diwujudkan di alam nyata," katanya.
Ia menjelaskan ada tiga kategori haji mabrur yakni mabrur qabla al-haj, mabrur 'inda al-haj, dan mabrur ba'da al-haj. Mabrur qabla al-haj yaitu sebelum berangkat haji, seseorang sudah baik dalam kesehariannya, termasuk rizki yang didapat juga dari sumber yang baik (halal).
''Contohnya, sebelum berangkat haji ia suka berinfaq, shadaqah, dan baik dengan keluarga, tetangga, dan teman,'' terangnya di depan ribuan anggota KBIH NU berbagai angkatan.
Mabrur 'inda al-haj, lanjutnya, adanya kesadaran berhaji tidak sekadar ke tanah suci Makkah. Artinya segala kesiapan dan kebutuhan dipersiapkan sebaik mungkin, seperti mengikuti pelatihan maupun bimbingan dari KBIH sendiri.
"Jama'ah harus dibimbing dan diperhatikan, sehingga KBIH benar-benar menjadi wadah bimbingan haji, bukan Kelompok Bisnis Ibadah Haji,'' ujar sang kiai sembari bercanda. Sedang mabrur ba'da al-haj, terangnya, yaitu apabila sepulang dari tanah suci, perilakunya semakin baik dalam segala dimensi kehidupan.
Rombongan Calon Jamaah Haji KBIH NU Kudus ini rencana berangkat menuju tanah suci pada tanggal 10 Oktober mendatang.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor : Qomarul Adib
Message 10 of 355
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
4
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua