Kebablasan, Indonesia Sikapi Orang Luar di Tanah Air
NU Online · Senin, 1 Juli 2013 | 18:00 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menilai, Indonesia sedang mengalami krisis kebangsaan yang akut. Kondisi ini tercermin dari begitu bebasnya orang asing melenggang di Tanah Air, bahkan melebihi warga pribumi sendiri.
<>
”Coba bayangkan, orang luar negeri dengan begitu mudah mengembangkan agen di sini. Membentuk perwakilan-perwakilan di tengah-tengah masyarakat kita. Orang-orang Saudi membangun pesantren, madrasah, yayasan, dengan sangat mudah,” ujar Kang Said, sapaan akrabnya.
Kang Said menyampaikan hal itu saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) ke-5 Ikatan Alumni Pergerakan Mahahsiswa Islam Indoesia (IKA-PMII) bertema”Menegaskan Kedaulatan Indonesia di Tengah Percaturan Geolpolitik Dunia” di Jakarta, Senin (1/7).
”Coba dibalik kita membangun pesantren di Arab Saudi sampai tenggorokan protol (putus) tidak akan kesampaian. Sampai leher putus tidak akan terlaksana. Itu baru satu contoh. Betapa kebangsaan kita terancam,” ujarnya.
Tak hanya Islam garis keras, lanjut Kang Said, kebebasan luar biasa tersebut juga berlaku bagi ideologi-ideologi lain, seperti liberalisme, dan lain-lain. ”Sudah kebablasan kita ini,” tuturnya.
Menurut Kang Said, Indonesia penting mengembalikan jati diri bangsa, salah satunya melalui jalur pendidikan. Kemendikbud dinilai hingga sekarang belum sukses mengupayakan hal ini meskipun dengan dukungan anggaran yang sangat fantastis.
”Jati diri bangsa harus kita perkuat, kalau tidak jati diri bangsa kita akan terkikis, paling tidak termarginalkan,” paparnya.
Penulis: Mahbib Khoiron
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Jadi Manusia yang Menenangkan, Bukan yang Meresahkan
2
PBNU Bentuk Tim Survei Lokasi Muktamar Ke-35 NU, Sembilan Pesantren Masuk Daftar
3
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah tentang Kejujuran
4
Ancam Ekosistem Pertembakauan, Lesbumi PBNU Tolak Rancangan Aturan Kemenko PMK dan Kemenkes soal Tembakau
5
Khutbah Jumat: Degradasi Moral dan Kualitas Shalat
6
Khutbah Jumat: Hemat di Era Digital, Teladan Kesederhanaan Rasulullah
Terkini
Lihat Semua