KH Masyhuri Malik: Kiai NU Harus Peka dengan Problem Ekonomi Masyarakat
Kamis, 11 Juni 2015 | 03:53 WIB
Sidoarjo, NU Online
Ketua Pelaksana Kaderisasi PBNU KH Masyhuri Malik memberikan pengarahan dalam acara pembukaan Program Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) di Pesantren al-Amanah, Krian, Sidoarjo, Rabu (11/6) kemarin.<>
Ia menyampaikan, kiai-kiai NU adalah para ulama yang tidak hanya berkutat pada ranah teologi, tetapi mereka mampu menerjemahkannya dalam misi kemanusiaan dan keadilan sosial.
Namun, dewasa ini seiring dengan gempuran globalisasi, karakter kiai-kiai seperti ini mulai langka. Beberapa kiai di kalangan NU terseret dalam arus pragmatisme politik dan elitisme sosial. Gejala ini sangat memprihatinkan bila dibiarkan. Dikatakannya, kiai NU harus peka terhadap problem sosial yang dialami oleh masyarakat, sebagaimana para ulama zaman dahulu. Salah satu problem tersebut adalah ekonomi.
“Bila ekonomi nahdliyyin ini lemah, mereka akan mudah terombang ambing dan terjebak pada pragmatisme. Tapi, bila kuat, kemandirian ekonomi akan berdampak pada kokohnya sikap, pendirian, dan kekuatan jamiyyah,” tandasnya. Gerakan ekonomi ini bisa dimulai dari hal-hal yang kecil, misalnya usaha air mineral kemasan, pemanfaatan sampah, dan lain sebagainya.
Ketua PP Lakpesdam NU Yahya Ma’shum membenarkan kenyataan tersebut. “Karena itulah, Lakpesdam mengadakan acara PPWK ini untuk membekali kiai-kiai muda supaya mereka berkualifikasi faqih fiddin dan mashalihil khalqi ,” paparnya di sela-sela acara.
Para peserta diharapkan tidak hanya mampu mengembangkan wawasan keilmuan saja, tapi juga cakap dalam mengurai problem kemasyarakatan. Untuk mencapai tujuan ini, kata Yahya, tidak semua orang bisa mengikuti PPWK. Mereka adalah kiai-kiai muda di Sidoarjo yang mempunyai basis sosial dan telah lulus tes membaca kitab kuning.
PPWK yang berlangsung pada 10-12 Juni di Sidoarjo ini adalah angkatan IV. Sebelumnya, PPWK telah digelar di Jakarta, Bogor, dan Kudus.
PPWK yang digelar kali ini menitik beratkan pada penguatan tiga hal. Pertama, pendalaman khazanah klasik dan moderen tentang ilmu keislaman dan gerakan NU. Kedua, wawasan tentang transformasi sosial dan pembelaan tegas terhadap kaum marginal. Ketiga, penguatan kemampuan perangkat analisis sosial dan pengorganisasian masyarakat
Sementara itu Ketua PCNU Sidoarjo KH Abdi Manaf mengungkapkan kegembiraannya karena daerahnya menjadi tuan rumah pelaksanaan PPWK Angkatan IV. Dalam sambutan pembukaan PPWK yang disapaikan menjelang pelaksanaan Muktamar ke-33 NU di Jombang ia menyatakan dukungannya secara terbuka kepada KH Masyhuri Malik sebagai salah satu calon ketua umum PBNU untuk periode mendatang yang mempunyai perhatian khusus pada soal kaderisasi dan kemandirian ekonomi. (Abdullah Ubaid/Anam)
Foto: KH Masyhuri Malik menyematkan pin peserta PPWK
Terpopuler
1
Gara-gara Dirut Pertamina Oplos Pertalite Jadi Pertamax, Bagaimana Dampaknya bagi Mesin Kendaraan?
2
Amal Baik Sebelum Puasa: Saling Memaafkan dan Bahagia Menyambut Ramadhan
3
Doa Awal Ramadhan yang Diajarkan Rasulullah
4
Potensi Perbedaan Awal Ramadhan 1446 H
5
Melihat Lebih Dalam Kriteria Hilal NU dan Muhammadiyah
6
Analisis Prakiraan 1 Ramadhan 1446 H
Terkini
Lihat Semua