Khofifah Usulkan Syaraf Libido Pelaku Kejahatan Seksual Diputus
NU Online · Jumat, 6 Februari 2015 | 10:01 WIB
Samarinda, NU Online
Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat Nahdlatul Ulama Khofifah Indar Parawansa menyarankan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muslimat Nahdatul Ulama (NU) menelurkan rekomendasi berupa hukuman maksimal untuk pelaku kejahatan seksual.<>
Hal ini diungkapkan Khofifah yang juga Menteri Sosial Kabinet Kerja itu dalam sambutannya saat membuka Rakernas Muslimat NU di Lamin Etam, komplek Kantor Gubernur Kaltim, Kamis (5/2) kemarin. “Hukumannya juga harus berat. Bisa saja saraf libidonya diputus,” kata Khofifah.
Khofifah menuturkan, adiksi (kecanduan) pornografi lebih bahaya dari kecanduan narkoba. Khofifah pun mengaku sudah berdiskusi dengan dokter dan ahli hukum mengenai hukuman maksimal ini.
“Efek trauma bagi korbannya ini yang kita perhitungkan. Apalagi, pelaku kejahatan seksual ini korbannya banyak. Jadi, Indonesia tidak hanya darurat narkoba, tapi juga darurat pornografi,” katanya dalam pembukaan Rakernas Muslimat itu.
Rakernas di Samarinda akan berlangsung hingga Sabtu (7/2) besok. Sekjen Muslimat, Aniroh Slamet Efendi Yusuf mengatakan, Muslimat NU mengamanatkan Rakernas dilaksanakan sekurang-kurangnya satu kali diantara dua kongres atas undangan Pimpinan Pusat.
Menurutnya, sebelum Kongres tahun 2016, PP Muslimat NU menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional Bidang Pendidikan dan mengagendakan Rapat Kerja Nasional Bidang Kesehatan dan Bidang Ekonomi.
Rakernas Pendidikan kali ini diselenggarakan tanggal 5 -7 Februari 2015 di Samarinda, Kalimantan Timur, dengan mengambil tema "Menguatkan Jaringan Pendidikan yang Makin Berkualitas, dan Terjangkau untuk Menyiapkan SDM yang Unggul, Kompetitif dan Ber-Akhlak Mulia". (Red: Anam)
Terpopuler
1
Pemerintah Tetapkan Idul Adha 1447 H Jatuh 27 Mei 2026
2
Tim Hisab Rukyat: Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H Penuhi Kriteria MABIMS, Idul Adha Diperkirakan 27 Mei 2026
3
Hilal Terlihat, PBNU: Idul Adha 1447 H Rabu, 27 Mei 2026
4
Menhan Sebut Seluruh Kabupaten di Jawa Akan Dikawal Batalyon Teritorial pada 2026
5
Tiga Jurnalis Indonesia Bersama Aktivis Ditangkap Israel, Dewan Pers Minta Pemerintah Bertindak
6
Ambruknya Rupiah Dinilai Tekan Rakyat Kecil, DPR Soroti Harga Kebutuhan Pokok
Terkini
Lihat Semua