Kiai Hasyim: Kasus di Sleman Akibat Masyarakat Kecewa
NU Online · Senin, 25 Maret 2013 | 09:12 WIB
Jember, NU Online
Kasus penembakan orang tidak dikenal di lapas Cebongan, Sleman yang menewaskan 4 orang tahanan, sebenarnya tidak perlu terjadi jika kasus kekerasan lain yang terjadi di berbagai tempat bisa ditangani dan diselesaikan dengan adil dan bijak oleh pemerintah. <>
Hal ini tejadi karena ada kasus-kasus lain yang mendahului, tidak ada penanganan serius dan tuntas, lama kelamaan orang jengkel dan akhirnya mengambil tindakan sendiri.
“Saya kira kasus itu tidak akan terjadi jika embrio yang kecil-kecil itu bisa diatasi. Tapi kalau semua dibiarkan, tembak-menembak ditelantarkan, ya seperti itu akhirnya,” ujar Rais Syuriah PBNU, KH Hasyim Muzadi kepada sejumlah wartawan di pondok pesantren Nuris, Antirogo, Jember, Ahad (24/3).
Menurut Kiai Hasyim, akibat banyaknya kasus kekerasan yang tidak jelas penanganannya, bisa mendorong timbulnya putus asa dan kekecewaan di sebagian kalangan masyarakat.
Karena kecewa dan tidak yakin ada pengusutan yang tuntas, maka terjadilah kasus di lapangan Cebongan itu.
“Istilah saya terjadilah booming, ledakan dari kekecewaan dari orang-orang yang sebenarnya mau bantu (pemeritnah) tapi tidak tahu caranya,” lanjutnya.
Mantan Ketua Umum PBNU dua periode itu menilai, kekerasan demi kerasan selama ini yang terkesan dibiarkan, sebenarnya sangat meresahkan masyarakat. Masyarakat merasa tidak aman dengan kondisi ini, sehingga diperlukan tindakan cepat dan tepat untuk mengembalikan kepercayaan diri masyarakat.
“Saat ini menurut saya telah terjadi daruat keamaann di negeri ini,” jelas Kiai Hasyim
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Aryudi A Razaq
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
95 Peserta Lolos Verifikasi Administrasi Seleksi Majelis Masyayikh, Berikut Daftarnya
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
Terkini
Lihat Semua