Kiai Said Usulkan Hari Santri 22 Oktober Saja, Pas Resolusi Jihad
NU Online · Jumat, 24 Oktober 2014 | 14:03 WIB
Jakarta, NU Online
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyambut baik usulan adanya hari santri yang disampaikan oleh Joko Widodo dalam kampanyenya beberapa waktu lalu, tetapi ia menyarankan sebaiknya hari santri diperingati pada 22 Oktober sesuai dengan dikeluarkannya Resolusi Jihad.<>
“Saya menyambut baik, bahkan saya tagih realisasinya. Akan tetapi menurut saya, bukan tanggal 1 Hijriyah, ini sudah jadi penanggalan Islam internasional. Hari santri sebaiknya 22 Oktober,” katanya.
Ia menjelaskan, pada tanggal 22 Oktober tersebut KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan Resolusi Jihad yang mendorong kaum santri, tentara dan masyarakat pada umumnya untuk melawan Belanda di Surabaya, yang akhirnya pecah pertempuran 10 November.
“Disitu jelas sekali peran santri,” tandasnya.
Kalau hari santri diperingati pada satu Muharram, menurutnya tidak ada lagi ciri keindonesiaannya karena pada hari itu sudah diperingati secara internasional sebagai tahun baru Islam.
“Nanti tenggelam oleh perayaan tahun baru hijriyah,” tandasnya. (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
3
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
4
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
5
Khutbah Jumat: Membantu Korban Bencana, Cara Kita Mengamalkan Perintah Allah
6
Krisis Kemanusiaan di Balik Kekerasan Lembaga Pendidikan Agama
Terkini
Lihat Semua