Pamekasan, NU Online
Setiap daerah memiliki makanan khas saat Hari Raya Idul Fitri tiba. Begitu pun Madura yang memiliki Kocor, makanan khas daerah yang terkenal dengan Karapan Sapinya itu. <>
Kocor adalah jajan gorengan yang terbuat dari gula aren atau gula dari air pohon siwalan dicampur tepung ini. Makanan ini seolah-olah menjadi makanan pokok hampir di semua rumah tangga di Madura saat lebaran tiba. Seperti yang terlihat di Desa Gagah, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Senin (20/8). Di desa ini, hampir semua rumah tangga membuat dan menyediakan jajan gorengan kocor, sebagai menu yang disediakan untuk para tamu yang datang berlebaran.Â
"Rasanya kurang mantap kalau tidak membuat kocor. Saya minta ke istri kalau tidak membuat kocor lebih baik tidak membuat jajan yang lainya saja," kata Sahri, warga Dusun Daporah. Hampir semua ibu rumah tangga di desanya bisa membuat jajan jenis ini, karena untuk membuat kocor tidak terlalu membutuhkan keterampilan khusus.Â
"Saya saja dulu diajari oleh bibi sekali dan bisa," tutur Saputri. Budayawan Pamekasan Halifaturrahman mengakui, kocor memang merupakan jenis jajanan tradisional masyarakat Madura di pedesaan.Â
Jajanan jenis itu memang tidak banyak diketahui masyarakat perkotaan seiring menguatnya budaya modern. Jika masih ada sebagian masyarakat di Pamekasan yang masih menjadikan jajanan kocor itu seolah menjadi makanan pokok, menurut Halifaturrahman, berarti jenis jajanan tradisional itu masih diminati masyarakat.Â
Ia menuturkan, dalam setiap acara gelar budaya yang menghadirkan para pejabat pemerintahan, baik dari tingkat provinsi maupun pusat, pihaknya memang sering menghidangkan makanan dan minuman khas Madura. Salah satunya jajan gorengan kocor.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua