Komitmen Pemerintah Tangani Stunting Harus sampai Tingkat Bawah
NU Online · Selasa, 19 November 2019 | 09:00 WIB
Hal demikian tidak hanya butuh kesadaran dari setiap individu masyarakat, khususnya para orang tua, tetapi juga peran aktif pemerintah di setiap tingkatan punya andil besar dalam mengurangi angka stunting itu.
"Jadi, komitmen jangan hanya ada di pusat tapi juga harus nyampe pada level Kabupaten bahkan juga level desa," kata Kepala Abdurrahman Wahid Center for Peace and Humanities Universitas Indonesia (AWCPH UI) Ahmad Syafiq saat diskusi di Pojok Gus Dur, Gedung Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) lantai 1, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta, Senin (18/11).
Artinya, lanjut Syafiq, pemerintah harus menguatkan dan memastikan komitmen penanganan persoalan kemanusiaan ini juga dilaksanakan oleh seluruh tingkatan sampai yang paling bawah.
"Perlu diperkuat dengan pemerataan komitmen mulai dari atas sampai bawah," kata pengajar di Departemen Gizi, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu.
Syafiq juga menyampaikan bahwa problem stunting ini menyangkut beragam hal sehingga perlu kerja sama banyak lembaga. "Dari segi pemerintahnya jangan dilupakan, bahwa stunting ini variabelnya begitu banyak, terkait dengan berbagai pihak, peranan dari multiple stakeholders jadi sangat penting," ujarnya.
Oleh karena itu, sinergitas berkelanjutan antarpejabat dan pihak yang berkepentingan perlu dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan terus berkurangnya angka stunting.
Syafiq juga mengingatkan betapa bahayanya stunting. Pasalnya, kegagalan tumbuh kembang anak akibat parahnya asupan gizi yang masuk, infeksi, dan stimulasi psikososial yang kurang ini mengakibatkan terbatasnya kondisi intelektualitas anak. Hal ini berujung pada buruknya prestasi dan rendahnya daya saing anak.
Jika sebagaimana data yang disebutkan di atas sepertiga anak terkena stunting, maka sepertiga masa depan Indonesia berprestasi buruk dan memiliki dayang saing yang rendah.
Pewarta: Syakir NF
Terpopuler
1
Khutbah Idul Fitri: Menjaga Fitrah Setelah Ramadhan Berlalu
2
Khutbah Jumat: Istiqamah Pasca-Ramadhan, Tanda Diterimanya Amalan
3
Muslim Arab dan Eropa Rayakan Idul Fitri 1447 H pada Hari Jumat, 20 Maret 2026
4
Khutbah Jumat: Anjuran Membaca Takbir Malam Idul Fitri
5
Khutbah Idul Fitri 2026: Makna Kemenangan dan Kembali Ke Fitrah
6
Khutbah Idul Fitri Bahasa Arab 2026: Jadilah Hamba Sejati, Bukan Hamba Musiman: Konsistensi dalam Ketaatan Setelah Ramadhan
Terkini
Lihat Semua