Konferwil IPNU-IPPNU Sulsel Dihelat 7 November
NU Online · Kamis, 4 November 2010 | 18:40 WIB
Makassar, NU Online
Konferensi Wilayah (Konferwil) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) XIII dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) XII Sulawesi Selatan bakal digelar pada 7-8 November 2015 di Gedung Auditorium KH Muhyiddin Zain Universitas Islam Makassar (UIM) Jalan Perintis Kemerdekaan KM. 9 No. 29, Makassar, Sulsel.
<>
Konferwil tersebut akan diikuti Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU dari 24 kabupaten/kota dan dihadiri oleh Ketua Umum IPNU Rekan Khairul Anam Harisah. Menurut Syahrul selaku ketua panitia, sekitar 250 rekan-rekanita IPNU-IPPNU akan berkumpul mewakili seluruh kabupaten/kota yang ada di Sulawesi Selatan.
Salah satu agenda Konferwil adalah pemilihan ketua IPNU dan IPPNU yang baru dan membahas isu-isu strategis yang menjadi fokus perjuangan pelajar NU di Sulsel.
Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Sulsel Muh Ramli mengungkapkan, Konferwil merupakan forum permusyawaratan tertinggi IPNU-IPPNU di Sulsel yang dilaksanakan tiga tahun sekali.
"Agenda utama dalam konferwil adalah merumuskan program dan rekomendasi organisasi tiga tahun mendatang dan pemilihan Ketua dan Pengurus Wilayah IPNU-IPPNU yang baru masa bakti 2015-2018," katanya Sabtu (31/10) di Kantor IPNU Sulsel.
Beberapa kader yang akan mencalonkan diri sebagai ketua IPNU di antaranya Syahrul yang saat ini menjadi Wakil Ketua IPNU Makassar, Andy Muhammad Idris (Wakil Ketua IPNU Sulsel), Asrijal (mantan Ketua IPNU Makassar), dan Sudirman (Bendahara IPNU Sulsel). Untuk calon ketua IPPNU, antara lain Salma (Sekretaris IPPNU Sulsel), Chaerana (mantan Ketua IPPNU Makassar), Susilawati (pengurus IPPNU Pare-pare), dan Azizah Dahlan (Ketua IPPNU Makassar). (Red: Mahbib)
Â
Terpopuler
1
Bolehkah Janda Menikah Tanpa Wali? Ini Penjelasan Ulama Fiqih
2
544 Orang Tewas dalam Gelombang Protes Iran, Amerika Pertimbangkan Opsi Militer
3
Guru Dituntut Profesional tapi Kesejahteraan Dinilai Belum Berkeadilan
4
Dakwaan Hukum Terhadap Dua Aktivis Pati Botok dan Teguh Dinilai Berlebihan dan Overkriminalisasi
5
KontraS Soroti Brutalitas Aparat dan Pembungkaman Sipil Usai Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB
6
Nikah Siri Tak Diakui Negara, Advokat: Perempuan dan Anak Paling Dirugikan
Terkini
Lihat Semua