Korban Kecelakaan Kereta Dapat Pendampingan Psikologis, Perusahaan Diminta Beri Bantuan dan Keringanan
NU Online · Selasa, 28 April 2026 | 19:30 WIB
Proses evakuasi korban kecelakaan KRL vs KA Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) dini hari. (Foto: NU Online/Suwitno)
Rikhul Jannah
Kontributor
Bekasi, NU Online
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Arifah Fauzi menyatakan akan memberikan pemulihan psikologis (trauma healing) bagi korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, terutama perempuan.
Langkah ini merupakan bagian dari respons atas kecelakaan yang melibatkan Kereta Jarak Jauh (KJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line pada Senin (27/4/2026) malam, yang mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
Menurut Arifah, pendampingan tidak hanya berfokus pada penanganan medis, tetapi juga pemulihan kondisi mental para korban yang mengalami trauma.
“Pendampingan yang kami lakukan bukan hanya dalam hal medis, tetapi juga pemulihan psikologis. Kami melihat ada korban yang mengalami trauma dan ini memerlukan pendampingan khusus,” kata Arifah saat ditemui NU Online di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Ia mengungkapkan, mayoritas korban merupakan perempuan yang bekerja di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek).
“Sebagian besar korban adalah pekerja perempuan,” ujarnya.
Dalam konteks perlindungan tenaga kerja, Arifah meminta perusahaan tempat korban bekerja untuk memberikan keringanan, termasuk memastikan tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) selama masa pemulihan.
“Kami berupaya agar perusahaan dapat memberikan keringanan hingga para korban pulih dan dapat kembali bekerja,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan telah berkomunikasi langsung dengan sejumlah pihak perusahaan terkait pemenuhan hak-hak pekerja korban.
“Kami meminta agar korban mendapatkan haknya sebagai pekerja hingga benar-benar pulih, dan setelah sehat dapat kembali bekerja,” lanjutnya.
Arifah menjelaskan kondisi korban saat ini bervariasi, mulai dari luka ringan hingga patah tulang di beberapa bagian tubuh.
“Sebagian korban mengalami memar, dan ada juga yang mengalami patah tulang. Pemerintah bertanggung jawab atas kejadian ini, dan PT KAI juga telah menyatakan akan menanggung seluruh biaya,” pungkasnya.
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua