Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.<>
Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu masih menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).
Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.
Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.
Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.
“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)
Koreksi Kang Said untuk Harun Nasution
Harun Nasution, profesor yang pernah menjabat Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta pernah menulis sebuah buku yang berjudul Filsafat dan Mistisisme dalam Islam. KH Said Aqil Siroj mengkritisi beberapa poin dalam buku itu.
Saat itu Ketua Umum PBNU yang punya spesialisasi kajian bidang tasawuf itu menjadi dosen di Pascasarjana IAIN Jakarta. “Terima kasih Pak Aqil, terima kasih,” kata Kang Said, menirukan ucapannya Harun Nasution ketika tahu bukunya itu dikritisi. hal itu disampaikan di Pesantren Ats-Tsaqafah, Ciganjur, Jakarta, Sabtu (2/11).
Poin yang dikritisi oleh Kang Said adalah kata anna yang dimaknai oleh Harun Nasution dengan ke-aku-an. Padahal makna yang terkandung dalam istilah yang dicetuskan oleh Ibnu Al-Arabi tersebut adalah anniyatul haq, yaitu alwujud alhaqiqi huwa Allah, artinya wujud yang hakiki adalah Allah. Adapun makna ke-aku-an ada dalam kata ananiyah.
Koreksi Kang Said selanjutnya adalah pada soal fana dan baqa yang ditempatkan oleh Prof. Harun sebagai maqamat, padahal fana dan baqa bukanlah bagian dari maqamat, keduanya adalah hal.
Selain itu, koreksi yang disampaikan Kang Said adalah mengenai konsep fana dan baqa, menurut Prof Harun, fana dan baqa ini pertama kali dicetuskan oleh Abu Yazid Al-Bustami, padahal itu adalah dari Imam Junaid Al-Bagdadi, konsep fana dari Abu Yazid, sementara konsep baqa dari Imam Junaid.
“Pak Harun bagus sekali, orangnya ikhlash,” kenang Kang Said. (Aiz Luthfi/Anam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Memasuki Bulan Maulid, Sudahkah Kita Meneladani Akhlak Rasulullah?
2
PWNU Jateng Deklarasikan Muktamar Ke-35 NU yang Jujur, Bersih, Terbuka, Beradab
3
Para Kiai Sepuh Sampaikan Seruan Moral Jelang Muktamar Ke-35 NU, Soroti Penggalangan Dukungan Calon AHWA
4
Khutbah Jumat: Belajar Menjadi Orang yang Amanah dan Profesional dari Rasulullah
5
Kiai-Kiai Sepuh Harap Muktamar Ke-35 NU Berjalan Baik, Jujur, Adil, dan Berakhlakul Karimah
6
Data Terbaru Gempa NTT: 78 Meninggal Dunia, 907 Luka-Luka, 92 Ribu Warga Mengungsi, 4.256 Gempa Susulan
Terkini
Lihat Semua