Kunci Kesuksesan Anak Ada pada Harapan Orang Tua
NU Online · Senin, 16 Januari 2023 | 14:00 WIB
Syifa Arrahmah
Penulis
Jakarta, NU Online
Psikolog Anak Najeela Shihab mengungkapkan, orang tua memiliki pengaruh besar terhadap kecerdasan dan kesuksesan anak. Ia mengatakan bahwa kunci kesuksesan anak ada pada harapan orang tua.
“Faktor kesuksesan anak ada pada harapan orang tuanya,” kata Ela, sapaan akrabnya, lewat unggahan Youtube CXO Media, diakses NU Online, Senin (16/1/2023).
Sebab, menurut dia, orang tua memiliki pengaruh besar dalam tumbuh kembang anak. Orang tua merupakan figur konstan di kehidupan anak-anaknya. Orang tua adalah orang pertama yang mengajarkan pendidikan kepada anaknya, dari mulai balita, remaja hingga dewasa.
“Peran orang tua terhadap pendidikan anak itu sangat penting karena orang tua itu figur konstan di kehidupan anak-anaknya. Orang tua kan dari mulai lahir sampai sebesar apapun anak itu orang tua perannya tetap tidak berubah,” jelas putri sulung Prof Quraish Shihab itu.
Ia kemudian menegaskan bahwa latar belakang pendidikan, profesi, maupun keluarga tidak menjadi tolok ukur kesuksesan anak. Harapan besar dari keluarga petani dan pengusaha besar mempunyai kedudukan sama, asalkan didasari dengan keyakinan yang kuat.
“Jadi just by having a parents that believes in you (hanya dengan memiliki orang tua yang percaya padamu), kamu yakin akan berhasil meraih kesuksesan kamu,” tegas pendiri sekolah cikal itu.
“Orang tua itu tidak terbatas untuk pengusaha, yang lulusan S3 dari kampus terkenal. Bahkan petani dengan area yang sangat kecil tapi punya harapan tinggi ke anaknya, dia percaya, dia mengatakan kepada anaknya bahwa kamu tuh bisa loh, kamu punya kemampuan untuk itu, itulah prediktor utama kesuksesan anak,” sambungnya.
Terlepas dari latar belakang sekolah dan tenaga pendidik yang berpegalaman, ia menjelaskan bahwa pendidikan keluarga memiliki kedudukan istimewa. Contoh sederhana, mengajak anak berkomunikasi dengan menceritakan aktivitas sehari-hari dia memiliki efek besar bagi perkembangan kosa kata dan cara dia mengambil keputusan.
“Pendidikan keluarga itu penting banget karena it’s not rocket science (ini bukan ilmu yang instan). Jadi sesederhana ngajak ngomong anak dengan membahas kehidupan sehari-hari atau daily activities bundanya, itu aja efeknya sangat besar karena dapat memperkaya kosa kata yang didengar anak. Efeknya kemudian pemahaman membaca, ke hasil tes sekolahnya, itu efeknya besar banget terhadap tumbuh kembang anak,” jelas Ela.
Sayangnya, tambah dia, hal sederhana ini belum tergarap serius. Karena orang banyak ngomong soal pendidikan itu sama dengan persekolahan. Padahal pendidikan di rumah atau keluarga dan apa yang dilakuin anak sehari-hari itu faktornya jauh lebih besar.
“Jadi, usahakan menjadi orang tua yang full of conversation (penuh percakapan) membahas banyak hal. Perlakukan anak sebagaimana memperlakukan orang dewasa, hormati pandangannya. Dan itu perlu dipraktikkan ke anak-anak,” tandasnya.
Pewarta: Syifa Arrahmah
Editor: Aiz Luthfi
Terpopuler
1
PBNU Terima Kasih kepada Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
2
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Gubernur BI Siapkan Dua Langkah Penguatan
3
Imbas Rupiah Melemah, Menkeu Sebut Pedagang Tahu dan Tempe Mulai Tertekan
4
Kasus Suap Izin Tinggal WNA, Citra Indonesia Tercoreng di Mata Dunia
5
NU Abad Kedua: Masihkah Kita Berani Berpikir Melampaui Diri Sendiri?
6
Kiai Azaim Harap Kekerasan di Pesantren Masuk Materi Munas-Konbes hingga Muktamar ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua