Lembaga Kesehatan NU Sebut Efek Samping Vaksin Booster Masuk Kategori Ringan
NU Online · Kamis, 6 Januari 2022 | 18:00 WIB
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein. (Foto: Istimewa)
Nuriel Shiami Indiraphasa
Kontributor
Jakarta, NU Online
Wakil Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) periode 2015-2021 dr Ahmad Fariz Malvi Zamzam Zein menyebut bahwa vaksin booster memiliki risiko efek samping yang kecil. Hal ini merujuk kepada sejumlah jenis vaksin Covid-19 di Indonesia yang dinyatakan aman dan telah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan POM RI.
“Efek samping vaksin booster kurang lebih sama dengan vaksin dosis 1 dan 2. Begitupun terkait dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dan kita ketahui bersama bahwa vaksin Covid-19 aman dengan laporan yang menunjukkan sedikitnya efek samping yang muncul, dengan sebagian besar termasuk dalam kategori ringan,” urainya kepada NU Online, Kamis (6/1/2022).
Pelaksanaan vaksinasi booster, kata dr Fariz, merupakan upaya pemerintah dan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna meningkatkan efektivitas dari kekebalan kelompok (herd immunity).
“Ini didasarkan pada hasil riset-riset yang ada tentunya,” papar Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Cirebon ini.
Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Swadaya Gunung Jati (UGJ) Cirebon tersebut mengatakan, setidaknya terdapat dua kondisi yang menjadikan pelaksanaan vaksinasi booster ini penting. Pertama, adanya respon imun yang berkurang (waning immunity) setelah sedikitnya 8 bulan pasca vaksin.
Hal tersebut dikhawatirkan membuat imunitas seseorang atau komunitas akan menurun dan juga melahirkan potensi lebih besar kepada seseorang yang tidak mendapatkan vaksin booster terpapar virus Covid-19.
“Kedua, isu munculnya varian-varian virus Covid-19 akibat adanya mutasi. Kedua hal ini tentunya memerlukan strategi khusus untuk meningkatkan status imunitas seseorang terhadap Covid-19 dan memperluas cakupan proteksi vaksin terhadap berbagai varian yang ada,” terang dr Fariz.
Ia berharap, pelaksanaan vaksinasi booster ini bisa menjadi perhatian bersama bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dalam konteks pandemi, sambung dr fariz, masyarakat harus dalam kondisi status imun yang kuat dan protektif terhadap risiko terinfeksi Covid-19 dengan tetap menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi.
“Masyarakat harus produktif dan berkarya. Untuk tujuan itu, masyarakat harus sehat,” ungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSUD Waled Cirebon itu.
“Bagi yang sudah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19, diharapkan dapat melanjutkan untuk mendapatkan vaksin booster,” imbuhnya.
Kontributor: Nuriel Shiami Indiraphasa
Editor: Muhammad Faizin
Terpopuler
1
Ketum PBNU Respons Penetapan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas sebagai Tersangka Korupsi Kuota Haji
2
Setahun Berjalan, JPPI Nilai Program MBG Berhasil Perburuk Kualitas Pendidikan
3
Laras Faizati Tolak Replik Jaksa karena Tak Berdasar Fakta, Harap Hakim Jatuhkan Vonis Bebas
4
Gus Mus: Umat Islam Bertanggung Jawab atas Baik Buruknya Indonesia
5
Langgar Hukum Internasional, Penculikan Presiden Venezuela oleh AS Jadi Ancaman Tatanan Global
6
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: 5 Cekelan Utama kanggo Wong kang Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Terkini
Lihat Semua