Lembaga Perekonomian NU Dukung Menteri Susi Hentikan Impor Garam
NU Online · Sabtu, 1 November 2014 | 07:02 WIB
Jakarta, NU Online
Pengurus Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama mengapresiasi kerja cepat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang menyudahi impor garam baik konsumsi maupun garam industri. Pengurus LPNU mengharapkan keistiqomahan Bu Susi melalui gebrakan-gebrakan seperti ini dalam rangka meningkatkan dan memajukan sektor kelautan dan perikanan.
<>
âKami LPNU mendukung sepenuhnya langkah-langkah pemerintah khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kemendag untuk menstop impor garam,â kata Ketua LPNU H Mustholihin Madjid kepada NU Online, Sabtu (1/11) siang.
Beberapa hari setelah dilantik sebagai menteri, Bu Susi menyatakan penolakannya terhadap impor garam. M Mustholihin mengapresiasi keberpihakan Bu Susi terhadap petani dengan meminta langsung Menteri Perdagangan Rahmat Gobel untuk menghentikan impor garam. Pasalnya, impor garam sebagaimana diketahui, dapat merusak pasar garam lokal sekaligus membunuh petani garam.
Bersama Kementerian Kelautan pada pemerintahan sebelumnya, LPNU dan Asosiasi Petambak Garam Nusantara bergerak menuju swasembada garam melalui Kongres Garam Rakyat 2012 di Madura. Dengan produksi garam nasional sebesar 1.319.607 ton pada 2013 di tengah kebutuhan garam konsumsi nasional 1.242.170 ton, LPNU melihat Indonesia pada posisi negara swasembada garam.
Menurut Mustholihin, swasembada garam bukan mustahil. Dengan garis pantai sepanjang 80.791 km, Indonesia menjadi negara dengan garis pantai terpanjang ketiga di dunia.
âIni merupakan kekayaan dan potensi besar untuk menyejahterakan nelayan dan masyarakat Indonesia terutama di bagian pesisir,â tandas Mustholihin. (Alhafiz K)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua