Nasional

Lupa Tak Zakat Fitrah, Harus Bagaimana?

NU Online  Ā·  Selasa, 10 Mei 2022 | 03:27 WIB

Lupa Tak Zakat Fitrah, Harus Bagaimana?

Lupa Tak Zakat Fitrah, Harus Bagaimana?

Jakarta, NU Online
Zakat Fitrah merupakan sebuah kewajiban bagi setiap Muslim untuk menunaikannya. Hal tersebut tentu harus dilakukan sesuai dengan aturan dan waktu yang telah ditentukan. Tentu saja jika zakat fitrah tidak ditunaikan hingga waktunya terlewat, yakni setelah hari raya Idul Fitri, merupakan tindakan yang tidak dibenarkan dalam agama alias haram. Konsekuensinya, orang yang bertindak demikian secara sengaja tanpa uzur yang diperbolehkan syariat akan mendapatkan dosa.


Dilansir NU Online, hal demikian ini sebagaimana dikatakan Ibnu Ruslan yang termaktub dalam kitab al-Azhim Abadi, ā€˜Aun al-Ma’bud Syarh Sunani Abi Dawud, juz, 5 sebagai berikut:


ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ…Ł‘ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŁŠŲ±ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ų§Ł„Ł’Ų¹ŁŁŠŲÆŁ ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŲØŁ’Ł†Ł Ų±ŁŲ³Ł’Ł„ŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų„ŁŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ų­ŁŽŲ±ŁŽŲ§Ł…ŁŒ ŲØŁŲ§Ł„Ł’Ų§ŁŲŖŁ‘ŁŁŁŽŲ§Ł‚Ł Ł„ŁŲ£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ų²ŁŽŁƒŁŽŲ§Ų©ŁŒ ŁŁŽŁˆŁŽŲ¬ŁŽŲØŁŽ Ų£ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŁƒŁŁˆŁ†ŁŽ ŁŁŽŁŠ ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŁŠŲ±ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų„ŁŲ«Ł’Ł…ŁŒ ŁƒŁŽŁ…ŁŽŲ§ فِي Ų„ŁŲ®Ł’Ų±ŁŽŲ§Ų¬Ł Ų§Ł„ŲµŁ‘ŁŽŁ„ŁŽŲ§Ų©Ł Ų¹ŁŽŁ†Ł’ ŁˆŁŽŁ‚Ł’ŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§


Artinya: ā€œAdapun mengakhirkan zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri maka menurut Ibnu Ruslan adalah haram sebagaimana kesepakatan para ulama karena merupakan zakat. Karenanya, pengakhiran zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri mengharuskan adanya dosa sebagaimana mengeluarkan (meninggalkan) shalat sampai melewati waktunyaā€.


Hal yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana jika sudah berlalu? Apakah wajib bagi orang yang tidak atau belum menunaikan zakat fitrah itu harus mengqadhanya? Berbagai kitab fiqih, terutama dalam Madzhab Syafi’i, menunjukkan bahwa, orang yang belum menunaikan zakat fitrah wajib untuk segera mengqadlanya.


Hal demikian ini sebagaimana termaktub dalam kitab at-Tanbih fi Fiqh asy-Syafi’i karya Abu Ishaq As-Syirazi berikut.


ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ¬ŁŁˆŲ²Ł ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŁŠŲ±ŁŁ‡ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ†Ł’ ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…Ł الْفِطْرِ ŁŁŽŲ§ŁŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲ®Ł‘ŁŽŲ±ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ų£ŁŽŲ«ŁŁ…ŁŽ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ²ŁŁ…ŁŽŁ‡Ł Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ų”Ł


Artinya: ā€œDan tidak boleh mengakhirkan zakat fitrah sampai melewati hari raya Idul Fitri, karenanya jika seseorang mengakhirkannya maka ia berdosa dan wajib mengqadlanya.ā€


Jawaban serupa juga terdapat dalam kitab Tuhfah al-Muhtaj ila Syarh al-Minhaj, juz 4, karya Ibnu Hajar al-Haitami berikut.


ŁˆŁŽŁŠŁŽŲ¬ŁŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŽŲ¶ŁŽŲ§Ų”Ł ŁŁŽŁˆŁ’Ų±Ł‹Ų§ Ł„ŁŲ¹ŁŲµŁ’ŁŠŁŽŲ§Ł†ŁŁ‡Ł ŲØŁŲ§Ł„ŲŖŁ‘ŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŁŠŲ±Ł ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’Ł‡Ł ŁŠŁŲ¤Ł’Ų®ŁŽŲ°Ł Ų£ŁŽŁ†Ł‘ŁŽŁ‡Ł Ł„ŁŽŁˆŁ’ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ¹Ł’ŲµŁ بِهِ Ł„ŁŁ†ŁŽŲ­Ł’ŁˆŁ Ł†ŁŲ³Ł’ŁŠŁŽŲ§Ł†Ł Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ„Ł’Ų²ŁŽŁ…ŁŁ‡Ł Ų§Ł„Ł’ŁŁŽŁˆŁ’Ų±Ł


Artinya: ā€œDan wajib mengqadla (bagi orang yang mengakhirkan pembayaran zakat fitrah sampai melebihi hari raya Idul Fitri) dengan segera karena kesalahannya (maksiat) dengan melakukan pengakhiran tersebut. Dan dari sini juga dapat dipahami bahwa seandainya pengakhiran tersebut bukan karena kesalahan yang sengaja dibuat, seperti karena lupa maka tidak harus segera mengqadlanya.ā€


Dalam kitab Nihayatul Muhtaj juz 3 juga disebutkan hal yang sama, bahwa orang yang belum menunaikan zakat fitrah sampai waktunya terlewat harus segera mengqadhanya. Berikut keterangannya:


ŁŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ų£ŁŽŲ®Ł‘ŁŽŲ±ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡Ł Ų£ŁŽŲ«ŁŁ…ŁŽ ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŲ¶ŁŽŁ‰ ŁˆŁŲ¬ŁŁˆŲØŁ‹Ų§ ŁŁŽŁˆŁ’Ų±Ł‹Ų§ ؄نْ Ų£ŁŽŲ®Ł‘ŁŽŲ±ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ ŲØŁŁ„ŁŽŲ§ Ų¹ŁŲ°Ł’Ų±Ł Ų®ŁŁ„ŁŽŲ§ŁŁ‹Ų§ Ł„ŁŁ„Ų²Ł‘ŁŽŲ±Ł’ŁƒŁŽŲ“ŁŁŠŁ‘Ł ŁƒŁŽŲ§Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ°Ł’Ų±ŁŽŲ¹ŁŁŠŁ‘Ł Ų­ŁŽŁŠŁ’Ų«Ł Ų§Ų¹Ł’ŲŖŁŽŁ…ŁŽŲÆŁŽŲ§ ŁˆŁŲ¬ŁŁˆŲØŁŽ Ų§Ł„Ł’ŁŁŽŁˆŁ’Ų±ŁŁŠŁ‘ŁŽŲ©Ł Ł…ŁŲ·Ł’Ł„ŁŽŁ‚Ł‹Ų§ Ł†ŁŽŲøŁŽŲ±Ł‹Ų§ Ų„Ł„ŁŽŁ‰ ŲŖŁŽŲ¹ŁŽŁ„Ł‘ŁŁ‚Ł Ų­ŁŽŁ‚Ł‘Ł Ų§Ł„Ł’Ų¢ŲÆŁŽŁ…ŁŁŠŁ‘Ł


Artinya: ā€œSiapa saja yang menunda pembayaran zakat fitrah hingga hari Id selesai, maka ia berdosa dan wajib menunaikannya segera bila ia menundanya tanpa uzur. Lain halnya dengan Imam Zarkasyi yang berpandangan serupa Al-Adzrai di mana keduanya mewajibkan qadha zakat fitrah segera secara mutlak (karena uzur atau tanpa uzur) dengan memandang pada kaitan zakat fitrah dan hak adami.ā€


Pewarta: Syakir NF
Editor: Muhammad Faizin

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang