Madrasah dan Pesantren Jadi Oase Masyarakat Perkotaan
NU Online · Rabu, 9 September 2015 | 10:07 WIB
Jakarta, NU Online
Eksistensi lembaga pendidikan Islam seperti pondok pesantren dan madrasah yang mampu tumbuh pesat di tengah masyarakat perkotaan patut menjadi kebanggaan.
<>
“Saat ini trend-nya di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya dan lain sebagainya, keberadaan lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan seperti pesantren dan madrasah menjadi semacam oase baru masyarakat perkotaan,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya yang dibacakan oleh Direktur Jenderal Bimas Islam Machasin pada acara Peletakan Batu Pertama dan Peresmian Pembangunan Pesantren Daarul Rahman Jagakarsa, Jakarta, Selasa (8/9) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.
Machasin melanjutkan, fenomena ini tentu menjadi sebuah peluang sekaligus tantangan eksistensi lembaga pendidikan Islam ke depan. Tak seperti umumnya pesantren yang tumbuh di pedesaan dan perkampungan, Pesantren Daarul Rahman, Jakarta merupakan sebuah tipologi pesantren perkotaan.
“Ke depan, Pesantren yang berada di perkotaan tantangannya semakin besar hal ini seiring tuntutan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan dalam konteks persaingan modernisasi dan globalisasi,” ujar Machasin.
Menag berharap, sebagai lembaga tafaqquh fiddin, dalam konteks pesantren perkotaan, pesantren dapat menjadi pusat konsultasi keagamaan yang berbasis rahmatan lil ‘alamin. “Pondok pesantren dapat mengajarkan Islam yang ramah, bukan Islam yang marah,” ucap Machasin.
Turut hadir dalam acara tersebut Mantan Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, Mantan Menteri Agama Maftuh Basyuni, Mantan Kasal Laksamana (Purn) Marsetio, Mantan Direktur Jenderal PHU Slamet Riyanto dan beberapa tokoh agama seperti Arifin Ilham.
Dirjen Machasin, mewakili Menag selanjutnya meletakkan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Pembangunan Pesantren Daarul Rahman. Pembangunan Pesantren yang terletak di kawasan Jagakarsa, Jakarta ini merupakan ruislah dari PT Ambal Akor atas lahan Pesantren Daarul Rahman di kawasan Senopati Dalam II, No 35A, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Red: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua