Rais Aam PBNU Apresiasi Hasil Pembahasan Munas-Konbes NU 2026
NU Online · Senin, 22 Juni 2026 | 13:50 WIB
Penutupan sidang-sidang Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Senin (22/6/2026). (Foto: NU Online/Kholil)
Muhammad Syakir NF
Penulis
Kediri, NU Online
Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, mengapresiasi berbagai hasil yang telah ditetapkan dalam Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat penutupan sidang-sidang Munas-Konbes NU 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, Senin (22/6/2026).
Menurut Kiai Miftach, dinamika yang terjadi selama Munas-Konbes merupakan pengalaman berharga yang dapat menjadi pelajaran bagi perjalanan organisasi pada masa mendatang. "Pengalaman untuk pelajaran akan datang," katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada KH Nurul Huda Djazuli beserta keluarga besar pesantren yang telah berkenan menjadi tuan rumah Munas-Konbes NU 2026. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
"Semoga diberikan kemudahan-kemudahan untuk selanjutnya. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semua itu bagian dari tanggung jawab," kata Pengasuh Pondok Pesantren Miftachussunnah tersebut.
Senada dengan itu, Wakil Rais Aam PBNU, KH Anwar Iskandar, turut mengapresiasi semangat para peserta dalam bermusyawarah dan membahas masa depan Nahdlatul Ulama.
"Munas ini jawaban seperti apa NU ke depan," kata Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien itu.
Ia menegaskan bahwa berbagai keputusan yang dihasilkan dalam Munas-Konbes menjadi bagian dari peta jalan organisasi untuk memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama dalam menolong agama Allah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Forum penutupan sidang tersebut turut dihadiri sejumlah kiai sepuh, di antaranya KH Nurul Huda Djazuli, KH Anwar Manshur, KH Afifuddin Muhajir, KH Abdullah Kafabihi Mahrus, KH Abdullah Ubab Maimoen, Kiai Aniq Muhammadun, dan Kiai Nuruzzahri.
Kegiatan ini juga diikuti oleh unsur syuriyah dan tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dari berbagai daerah di Indonesia.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
4
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua