Madrasah Swasta Tentukan Masa Depan Pendidikan Islam
NU Online · Sabtu, 9 Mei 2015 | 19:01 WIB
Jakarta, NU Online
Maju dan tidaknya pendidikan Islam di Indonesia tergantung bagaimana komitmen Pemerintah terhadap lembaga pendidikan tersebut. Komitmen ini penting mengingat lebih dari 90 persen madrasah di Indonesia misalnya, dikelola oleh masyarakat atau swasta.<>
Mantan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Yahya Umar menjelaskan, bahwa madrasah swasta harus mendapat perhatian yang lebih ketimbang madrasah negeri. Sebab, mayoritas madrasah di negeri ini berstatus swasta.
“Berikan yang mereka butuhkan,” katannya saat memberikan materi dalam acara persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) MAN Insan Cendekia, di Hotel Horison, Bogor, Sabtu (09/05) seperti dilansir oleh situs kemenag.go.id.
Perhatian itu, lanjut Yahya, salah satunya dengan memberikan bantuan penguatan pendidikan, baik sarana prasarana maupun peningkatakan kapasitas SDM. Terkait ini, Yahya menilai pemberian bantuan dengan pola “hujan gerimis”, hanya bersifat stimulus, kurang strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan madrasah.
“Kebijakan model hujan gerimis yang merata seperti itu harus dihapuskan,” tukasnya.
Mantan Dirjen Pendis ini berharap, kebijakan pengembangan madrasah ke depan lebih mendahulukan lembaga swasta, mendahulukan yang tidak mampu, mengutamakan pelaku pendidikan dan, mengutamakan kualitas.
“Lebih baik model jet sprey, fokus dan kencang tapi semprotannya fokus,” kelakarnya.
Sebelumnya, Dirjen Pendidikan Islam, Kamaruddin Amin dalam pembukaan acara menjelaskan bahwa cita dan visi Pendis dalam lima tahun ke depan adalah menjadikan madrasah, pesantren, dan perguruan tinggi Islam sebagai primadona anak negeri karena mengedepankan kualitas dan mutu.
“Selain itu harus unggul, excellent dan kompetitif,” terangnya.
Selain itu, lanjut Kamaruddin, pendidikan Islam juga harus menjadi centre of excellent atau menjadi pusat kajian Islam di dunia, sehingga mampu menjadi referensi tempat belajar kajian keislaman.
“Pendidikan Islam juga harus menawarkan Islam karekteristik yang moderat dan demokratis, serta menghargai multikultural,” pungkasnya. (mukafi niam)
Terpopuler
1
PBNU Tetapkan Panitia Munas-Konbes dan Muktamar Ke-35 NU
2
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
3
Kunuzur Rohman Karya Katib Syuriyah PBNU Gus Awis Menyingkap Pesan Al-Qur’an untuk Kehidupan Modern
4
Jamaah Haji Aceh Terima Uang Baitul Asyi Rp9,2 Juta, Wujud Warisan Ulama yang Terus Hidup
5
Soroti Penilaian Juri LCC di Kalbar, KPAI: Mental dan Kepentingan Anak Harus Diutamakan dalam Kompetisi
6
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
Terkini
Lihat Semua