Mahad Jawi IPB Perkuat Jejaring Saintifik Internasional Nahdliyin
NU Online · Senin, 24 Agustus 2026 | 08:30 WIB
Bogor, NU Online
Pembina KMNU IPB, Muhammad Zahrul Muttaqin menyebut Mahad Jawi dapat dikembangkan sebagai dapur ilmu pengetahuan dan teknologi bagi generasi muda Nahdliyin.
Menurutnya, penguatan jejaring saintifik harus dimulai dari konsolidasi internal, pemetaan kepakaran, hingga konektivitas antarilmuwan.
"Ma’had Jawi bisa menjadi ruang pertemuan akademisi, profesional, pesantren, dan alumni, baik di dalam maupun luar negeri," katanya dalam Halaqah Akademik Nahdliyin IPB bertema Menyumbang Gagasari Ilmu untuk Khidmah: Membaca Persoalan Riil Umat, Menyumbang Gagasan Keilmuan bagi Nahdlatul Ulama yang digelar oleh KMNU IPB dan PMII IPB, Ahad (23/8/2026).
Zahrul menilai, Ma’had Jawi memiliki potensi besar untuk menjadi pusat integrasi antara tradisi pesantren dan tradisi akademik kampus.
Ia juga mengatakan bahwa konsolidasi internal merupakan langkah awal yang penting. "Kita bisa menghubungkan potensi alumni dan akademisi Nahdliyin agar lebih terarah dan produktif," ucapnya.
Baca Juga
Menengok KMNU IPB
Mudir Ma’had Jawi, Hamzah Alfarisi menilai pesantren memiliki kekuatan yang khas pada sanad, adab, spiritualitas, dan tradisi keilmuan agama sementara kampus berperan dalam mengembangkan riset, rasionalitas, data empiris, serta profesionalitas.
"Integrasi keduanya akan melahirkan kader intelektual ulama yang mampu menghubungkan ilmu dengan khidmah kepada masyarakat," jelasnya.
Ia juga meyakini bahwa Ma’had Jawi dapat menjadi laboratorium integrasi, di mana nilai-nilai pesantren bertemu dengan metodologi akademik kampus.
Dalam keynote speech, Pengurus Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LP2NU) PBNU, Mahfudz menilai bahwa Ma’had Jawi memiliki peluang besar untuk menjadi pusat penguatan kapasitas sumber daya manusia muda Nahdliyin.
Menurutnya, pengembangan Ma’had Jawi dapat melibatkan berbagai elemen, mulai dari mahasiswa IPB, santri Ma’had Jawi, kader KMNU, PMII, hingga jejaring akademisi dan profesional.
"Ma’had Jawi harus menjadi ruang kolaborasi untuk bisa membangun ekosistem penguatan kapasitas yang berkelanjutan," jelasnya.
Menjelang Muktamar NU, halaqah ini melahirkan harapan agar Ma’had Jawi IPB menjadi simpul jejaring saintifik internasional Nahdliyin, memperkuat hubungan antara pesantren, perguruan tinggi, profesional, dan jaringan akademik global.
Kontributor: Hafidz Fatur Rahman
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua