Mahfud MD: Jangan Terpancing “Orang Gilaâ€!
NU Online · Kamis, 20 September 2012 | 12:50 WIB
Jakarta, NU Online
Pembuat film Innocent of Muslims Nakoula Basseley, adalah “orang gila”, sehingga umat Islam di Indonesia tidak perlu terpancing.<>
Menurut Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, umat Islam mengutuk film itu, tetapi jangan unjuk rasa berlabihan, sebab pembuat film itu “orang gila”.
“Dia (Nakoula Basseley, red) itu seperti “orang gila” saja. Pertama ia mengaku dibiayai Yahudi, ternyata nggak ada kaitannya sama sekali. Itu kan hanya ingin mengadu domba,”
Pernyataan itu diungkapkan pada konferensi pers di gedung PBNU, Rabu, (19/9) terkait film Innocent of Moslem yang menuai protes, konflik dan korban di berbagai negara.
Lalu yang kedua, sambung Mahfud, film itu sampah, ”Menghadapi ‘orang gila’, orang Islam jangan terpancing.”
Seumpama pun tidak tidak gila, jangan unjuk rasa salah sasaran seperti merusak tempat-tempat publik.
“Oleh sebab itu, kita yang ada di Indonesia, untuk sadar dan segera berhenti, apalagi bertendensi tindak kekerasan, mengerahkan massa, lalu merusak dan memaki-maki nggak karuan,” tambahnya.
Menurut Mahfud, hal itu bisa menyebabakan rusaknya kerukunan yang selama in sudah terjalin, “Yang tadinya rukun, bisa ikut bertengakar. Kekerasan itu di mana pun akan merugikan dan tidak akan pernah menjadi jalan keluar,” ujarnya.
Ia juga mengimbau supaya mayoritas jangan dijadikan sebagai alat untuk berbuat semena-mena.
“Orang Islam di sini mayoritas, tapi di Prancis kan tidak. Nah, kalau yang mayoritas itu semena-mena kepada yang minoritas, nggak akan pernah selesai.”
Dengan demikian, umat seharusnya saling memahami saja atas perbedaan keyakinan yang ada.
“Soal keyakinan, kalau kita tuntut untuk sama dengan keyakinan kita, itu sesuatu yang tidak mungkin,” pungkasnya.
Redaktur: Mukafi Niam
Penulis : Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
4
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua