Mahfud MD: Korupsi Hancurkan Indonesia
NU Online · Senin, 28 Januari 2013 | 15:16 WIB
Magelang, NU Online
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD memperingatkan bahwa Indonesia terancam hancur jika keadilan dan hukum tidak ditegakkan. Mahfud bahkan menilai keadilan di Indonesia kini mati suri.
<>
"Keadialan di Indonesia kini mati suri. Indonesia akan hancur menyusul Majapahit dan kerajaan Demak jika keadilan dan hukum tidak ditegakkan," tegas Mahfud MD dalam peringatan Hari Lahir (Harlah) NU ke-87 di Lapangan drh Soepardi, Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Ahad (27/1).
Acara ini dihadiri sebagian besar kiai dan ulama NU se-Kabupaten Magelang seperti KH Agus Aly Qhoisor, Gus Yusuf, KH Zainal Musyafak dan lainnya. Hadir juga Katib Aam PBNU KH Malik Madany MA dan ribuan umat Islam se-Kabupaten Magelang.
Mahfud MD mengkritik keras penegakan hukum di Indonesia yang dinilainya tidak adil. Ia menilai vonis atas para koruptor terlalu ringan dan tidak sesuai dengan kerugian yang diderita bangsa Indonesia.
"Masak vonis koruptor lebih ringan dari maling ayam. Ini kan tidak adil," tegas dia.
Untuk itu, Mahfud MD mengajak warga Nahdliyin ikut berjuang menegakkan keadilan dan hukum. Menurut dia perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia sudah selesai. Adapun sekarang merupakan momentum untuk menegakkan keadilan dan kebenaran.
"Ketidakadilan tidak mengenal agama. Meski pemimpin Muslim tapi jika korupsi ya negara hancur," ingat dia.
Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta ini juga menggarisbawahi bahwa warga NU harus memegang teguh prinsip persatuan. Dia juga menyebut NU berperan besar dalam proses kelahiran dan kelangsungan bangsa Indonesia.
"NU lahir untuk memberdayakan masyarakat dan menjaga kesatuan Republik Indonesia," jelasnya.
Bupati Magelang Singgih Sanyoto memuji peran NU dalam membangun Kabupaten Magelang.
"NU telah memerankan diri dengan baik di bidang pendidikan, sosial dan keagamaan. NU selalu menjadi rahmatan lil alamin," kata Singgih dalam sambutan yang dibacakan Wakil Bupati Zainal Arifin.
Ketua PNU Kabupaten Magelang KH Afifudin mengatakan peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-87 ini dihadiri 87 persen kiai dan ulama di Kabupaten Magelang. Dia memprediksi sekitar 10 ribu warga NU mengikuti harlah.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Ini Jadwal Lengkap Agenda Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang
2
KH Ma’ruf Amin: Calon Ketua Umum PBNU Harus Punya Kapasitas Manajerial dan Teknokratis
3
Data Terkini Gempa NTT: 87 Meninggal Dunia, 1.298 Luka-Luka, dan 150 Ribu Warga Mengungsi
4
Muktamar NU: Absennya Tema Besar dan Agenda Kerakyatan
5
Muktamar Ke-35 NU Dibuka Kamis 27 Agustus Pukul 15.00 WIB oleh Presiden Prabowo
6
Anjuran Merayakan Maulid Nabi Muhammad dan Dalil-Dalilnya
Terkini
Lihat Semua