Margaret di Mata Para Sahabat: Pekerja Keras untuk Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia
NU Online · Ahad, 1 Maret 2026 | 15:30 WIB
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU Online
Kepergian Ketua Umum Fatayat NU sekaligus Ketua KPAI Margaret Aliyatul Maimunah, pada Ahad (1/3/2026) meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar Nahdlatul Ulama dan masyarakat luas.
Sosoknya dikenal sebagai pekerja keras yang mendedikasikan hidup untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.
Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai tokoh lintas organisasi dan kementerian. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sekaligus Ketua PP Muslimat NU Arifatul Choiri Fauzi menyebut kepergian Margaret sebagai kehilangan besar bagi NU dan bangsa.
“Kita berduka, sangat mendalam karena Margaret adalah kader perempuan NU yang luar biasa yang berkomitmen terhadap tugas-tugasnya khususnya perlindungan anak-anak di Indonesia dan beliau sebagai Ketua Fatayat punya tugas bagaimana perempuan-perempuan NU bisa lebih berkualitas, sehingga bisa berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia. Beliau, saya lihat orangnya sederhana, teguh pendirian berkomitmen dan pekerja keras,” ujar Arifah kepada NU Online di Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta.
Arifah menuturkan bahwa banyak jamaah NU dan masyarakat umum ikut mengantar kepergian terakhir almarhumah.
“Kita lihat yang hadir di sini menunjukkan bahwa beliau dicintai oleh masyarakat, keluarga besar NU. Mohon doanya, mudah-mudahan beliau diampuni dosanya, diterima amal perbuatannya, dan ditempatkan tempat terindah,” tuturnya.
Ungkapan duka juga disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sekaligus Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti. Ia mengenang Margaret sebagai sahabat yang memiliki perhatian serius terhadap dunia pendidikan, khususnya upaya menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan.
“Keluarga besar PP Muhammadiyah dan Kemendikdasmen menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya sahabat saya, Margaret. Saya mengenal dengan baik, kita di kementerian merasa kehilangan, beliau sahabat pendidikan terutama anak, beliau concern lingkungan yang bebas dari kekerasan,” ujarnya.
“Terakhir ketemu di kantor, masih membahas permasalahan dunia pendidikan terutama kekerasan yang masih tinggi, cita-cita Margaret membangun Indonesia emas dan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan. Kami bela sungkawa semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan,” tambah Mu’ti.
Sementara itu, Komisioner KPAI sekaligus Sekretaris Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) Ai Maryati Sholihah mengenang almarhumah Margaret sebagai pribadi yang penuh dedikasi, bahkan di tengah kondisi kesehatan yang menurun.
“Saya mengenalnya sosok yang sangat peduli, selalu memberikan pandangan yang positif, di KPAI, beliau selalu menyediakan waktu, menyediakan energi, padahal saya tahu kalau beliau sedang sakit yang sangat mengkhawatirkan dan beliau tidak pernah mengeluh. Kami akan mengawal seluruh visi dan misinya terutama untuk anak indonesia. Selamat jalan sahabatku,” ujar Ai Maryati.
Terpopuler
1
Keluar Mani yang Tidak dan Membatalkan Puasa
2
Khutbah Jumat: Ramadhan dan Kesempatan yang Tidak Selalu Terulang
3
Khutbah Jumat: Ramadhan, Melatih Sabar, Memperkuat Syukur
4
Khutbah Jumat: Tiga Kebahagiaan Orang Puasa
5
Kultum Ramadhan: Keutamaan Tarawih dan Witir
6
Khutbah Jumat: 4 Cara Menghidupkan Malam Ramadhan dengan Ibadah
Terkini
Lihat Semua