Fiqih Disabilitas Dikaji di Masjid Istiqlal
NU Online · Jumat, 27 Desember 2019 | 12:30 WIB
Kajian yang diselenggarakan usai shalat Jumat ini dihadiri dua pembicara, Imam Besar Masjid Istiqlal KH Nasaruddin Umar dan anggota tim penulis buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas Bahrul Fuad. Sementara peserta yang mengikuti kajian ini berasal dari ragam penyandang disabilitas, seperti penyandang tuna daksa pengguna kursi roda dan penyandang tunanetra.
Pendiri Audisi, Yustitia Arif mengatakan bahwa pihaknya ingin mewujudkan masyarakat yang inklusif di segala aspek kehidupan, tidak terkecuali di masjid. Menurut Yustitia, segala yang menjadi hak umat manusia, juga menjadi hak penyandang disabilitas.
"Karena kita juga memiliki hak yang sama," kata Yustitia.
Sementara Bahrul Fuad mengemukakan latar belakang penyusunan buku Fiqih Penguatan Penyandang Disabilitas. Pria yang kerap disapa Cak Fu ini mengaku bermula dari keluhan para penyandang disabilitas tentang ketidakpahaman mereka dalam tata cara peribadatan, seperti boleh atau tidaknya penyandang tuna daksa shalat di masjid dengan membawa masuk kursi rodanya.
"Karena selama ini teman-teman pengguna kursi roda diminta oleh marbot, oleh takmir masjid untuk meninggalkan kursi rodanya di luar masjid, dan kami diharuskan merangkak ke dalam masjid. Padahal kita tau semua tidak semua pengguna kursi roda itu bisa berpindah tempat dari kursi rodanya," kata Cak Fu.
Keluhan lain yang diterimanya, ialah keinginan penyandang tunarungu mengetahui isi khutbah saat shalat Jumat, shalat idul fitri, dan hjalat idul adha. Sementara pihak dari masjid tidak menyediakan fasilitas bagi penyandang tunarungu, seperti tulisan atau penerjemah bahasa isyarat.
"Sehingga jamaah yang tunarungu itu pergi ke masjid dan pulang gak bawa (pesan khutbah) apa-apa," ucapnya.
Dari sejumlah persoalan yang diterimanya, kemudian ia bersama teman-teman Pusat Studi dan Pelayanan Disabilitas Universitas Brawijaya, Lembaga Bahtsul Masail PBNU, dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menyusun buku tersebut.
Pewarta: Husni Sahal
Editor: Abdullah Alawi
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua