Mbah Sahal Terapkan Fikih Sosial kepada Tukang Becak
NU Online Ā· Rabu, 30 April 2014 | 09:02 WIB
Jepara, NU Online
Gagasan brilian Rais Aam PBNU almarhum KH MA Sahal Mahfudh perihal pemberdayaan rakyat kecil seperti tertuang pada āNuansa Fikih Sosialā, pernah dipraktikkan kepada seorang tukang becak di kabupaten Pati. Melalui sebuah suntikan, keadaan ekonomi tukang becak itu mengalami perbaikan.
<>
āGagasan Mbah Sahal tidak sedekar wacana,ā cerita Kepala Eksekutif Pengawasan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Firdaus Djaelani dalam harlah pertama Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara di gedung haji MWCNU Tahunan Kompleks Unisnu, Selasa (29/4).
Pengasuh pesantren Maslakul Huda Kajen itu pernah melakukan uji coba kepada seorang tukang becak. Pada suatu kesempatan Kiai Sahal memberikan zakat kepada tukang becak berupa sebuah becak, kata Firdaus.
Uji coba teori Mbah Sahal berhasil. Usaha si tukang becak berkembang. Ia tidak lagi mengemudikan becak untuk mengejar target setoran. Meskipun tukang becak tidak dapat dikatakan kaya, namun ada perubahan pendapatan dan status sosial.
āGagasan Mbah Sahal ini sangatlah inspiratif dalam upaya pembedayaan masyarakat. Karena lahir dari paduan kealiman, kearifan, dan tanggung jawab sosial Kiai Sahal terhadap masalah kemiskinan,ā pungkas Firdaus. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)
Terpopuler
1
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
2
Hukum Mengambil Air Masjid untuk Kebutuhan Warga Saat Kekeringan, Bolehkah?
3
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
4
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
Membaca Ulang Fiqih Pajak: Agenda yang Tersisa dari Muktamar Ke-35 NU
Terkini
Lihat Semua