Menag Yaqut Tegaskan Dukung Kemandirian Ekonomi Pesantren
NU Online · Selasa, 9 Februari 2021 | 04:33 WIB
Aru Lego Triono
Kontributor
Jakarta, NU Online
Sejumlah pengurus Pondok Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), Setu, Bekasi, melakukan audiensi dengan Menteri Agama H Yaqut Cholil Qoumas di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Senin (8/2) kemarin. Audiensi tersebut dipimpin langsung Pengasuh PMI KH Ahmad Nurul Huda Haem (Kiai Enha) bersama tiga orang guru.
Di dalam audiensi tersebut, Kiai Enha menyampaikan program pesantren yang sudah berjalan yakni Pusat Distributor Produk Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kabupaten Bekasi. Penyampaian program kemandirian ekonomi pesantren ini didukung dan disambut baik dengan sangat antusias oleh Menag Yaqut.
Menag lantas teringat pesan Presiden Joko Widodo sesaat setelah dirinya dilantik sebagai menteri di kabinet Indonesia Maju. Ia mengaku diberikan waktu singkat untuk membuat konsep kemandirian pesantren.
“Saya dipanggil khusus oleh Pak Presiden mengenai kemandirian pesantren. Bahkan diberikan waktu sangat pendek untuk membuat konsep kemandirian pesantren dan harus selesai dalam enam bulan,” ujar Menag.
Menurutnya, program Pesantren Motivasi Indonesia sebagai Pusat Distributor Produk UKM Kabupaten Bekasi bisa menjadi proyek percontohan dan ditularkan kepada pesantren-pesantren lain. Sebab, Menag menegaskan bahwa tantangan pesantren saat ini adalah soal bagaimana mencapai kemandirian secara finansial.
Usai dialog, secara khusus Menag Yaqut mengundang Pesantren Motivasi untuk terlibat dalam Rapat Koordinasi Penguatan Pendidikan Lifeskill dan Pengembangan Ekonomi Pesantren dengan Mitra Kementerian dan Lembaga, di Hotel Oasis Amir, Jakarta, pada Selasa-Rabu (9-10/2).
Audiensi yang dilangsungkan Pesantren Motivasi bersama Menag Yaqut itu berlangsung dengan hangat, akrab, semangat, dan sarat gagasan. Kiai Enga sendiri menyampaikan bahwa kesempatan tersebut merupakan audiensi paling progresif.
“Ini audiensi paling progresif yang saya rasakan. Gus Menteri (Yaqut) benar-benar pribadi humble dan apresiatif, apalagi saat Pesantren Motivasi Indonesia menyampaikan program yang sudah berjalan yaitu sebagai Pusat Distributor Produk UKM di Kabupaten Bekasi,” ungkap Kiai Enha.
Kiai Enha kemudian menjelaskan alasan dirinya yang sangat antusias terhadap UMKM. Menurutnya, dengan menggandeng UMKM di sekitar pesantren bukan hanya akan menghidupkan ekonomi warga, tetapi juga berbagi peran dengan jelas dan sama-sama menguntungkan.
“UMKM bisa fokus pada produksi dan pesantren yang memasarkan. Saat ini kami punya konsep pemasaran yang dilakukan yaitu offline dan online,” ujar Kepala Divisi Usaha di Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LD PBNU) ini.
Secara offline, imbuhnya, Pesantren Motivasi telah membangun gerai PMI Mart sebagai pusat distributor produk UKM. Sementara secara online merupakan strategi pemasaran yang digunakan dengan menggunakan Search Engine Optimization (SEO), Search Engine Marketing (SEM), dan media sosial.
Kepada Menag Yaqut, Kiai Enha juga melaporkan bahwa pihaknya telah memiliki dua bisnis utama yang menjadi penopang kemandirian pesantren. Pertama, Arsy Buana Travelindo yang bergerak dalam jasa pariwisata.
“Saat ini sedang dalam proses Initial Public Offering (IPO) dan dalam waktu dekat akan segera melantai di pasar modal. Kedua, UKM yang memproduksi roti, kopi, dan sabun. Untuk produksi roti, kami mendapat support penuh dari Bogasari Baking Center,” ungkap kiai muda asli Betawi ini.
Pewarta: Aru Lego Triono
Editor: Fathoni Ahmad
Terpopuler
1
Sambangi PBNU, 23 PWNU Sampaikan Harapan Soal Muktamar ke-35 NU
2
Innalillahi, Pengurus Muslimat NU Kemayoran Wafat dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
3
Stasiun Bekasi Timur Ditutup Sementara, KRL Hanya Beroperasi hingga Stasiun Bekasi
4
KA Jarak Jauh Tabrak KRL di Bekasi Timur, Gerbong Perempuan Ringsek
5
Sempat Hilang, Karyawan Kompas TV Aini Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
6
3 Orang Tewas dalam Tabrakan Kereta di Bekasi, KAI Minta Maaf Fokus Evakuasi
Terkini
Lihat Semua