Jakarta, NU Online
Pengamat sosial Hedi Pudjo Santosa mengatakan saat mudik merupakan momen yang tepat bagi pemudik yang sukses di kota untuk ikut memikirkan pembangunan di daerah sehingga bisa menekan angka urbanisasi.<>
"Pemudik harus peka dengan permasalahan sosial yang ada di daerahnya. Acara reuni yang sering diadakan saat mudik bisa menjadi momen yang tepat untuk membangun daerah," kata Hedi Pudjo Santosa saat dihubungi di Jakarta, Kamis.
Dosen Universitas Diponegoro, Semarang itu mengatakan acara reuni sekolah atau alumni perguruan tinggi tertentu yang diadakan saat mudik seharusnya dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menjaring aspirasi pemudik yang ingin membangun daerahnya.
"Badan perencanaan pembangunan daerah (bappeda) yang tahu peta permasalahan di daerah bisa masuk ke acara tersebut. Dengan begitu, acara reuni menjadi lebih terstruktur dan bermanfaat daripada hanya menjadi acara untuk `haha-hihi' dan pamer kesuksesan," katanya.
Dalam acara tersebut, pemerintah daerah dan pemudik bisa bekerja sama untuk membangun dan mengembangkan perekonomian daerah sehingga mencegah masyarakat berurbanisasi ke kota.
Pemudik pun harus peka dan siap membantu pembangunan daerahnya. Bukan tidak mungkin, dari acara itu kemudian muncul komitmen dari alumni sekolah tertentu yang bersedia membantu pemerintah daerah di bidang tertentu.
"Mungkin nanti lulusan SMA A membantu di bidang pertanian seperti mencarikan pupuk atau bibit yang murah. Hal seperti itu disesuaikan dengan saja dengan keahlian masing-masing lulusan," katanya.
Dia mengatakan selama ini belum ada pemerataan ekonomi yang terstruktur karena pembangunan dan pengembangan ekonomi masih lebih terpusat di kota besar, terutama Jakarta.
Karena itu, menurut dia, diperlukan desentralisasi sektor pembangunan ekonomi supaya perekonomian daerah bisa berkembang dan masyarakat lebih memilih bekerja di daerah daripada berurbanisasi.
Redaktur: Mukafi Niam
Sumber  : Antara
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
5
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
6
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
Terkini
Lihat Semua