MUI Simpulkan Solaria Balikpapan Tak Mengandung Unsur Babi
NU Online · Jumat, 27 November 2015 | 11:30 WIB
Jakarta, NU Online
Majelis Ulama Indonesia (MUI) menegaskan bumbu makanan yang dipakai restoran Solaria di Balikpapan halal dan tidak ditemukan unsur babi di dalamnya.
<>
"Hasil uji Polymerase Chain Reacton (PCR) menunjukkan bahwa semua sampel uji tidak terdeteksi DNA babi," kata Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Lukmanul Hakim dalam jumpa pers di kantor pusat MUI, Jakarta, Jumat.
Dia melanjutkan, berdasarkan hasil uji tes DNA dengan PCR itu, status kehalalan restoran Solaria sesuai dengan Sertifikat Halal MUI.
MUI, kata dia, mengambil sampel dari berbagai outlet restoran Solaria, baik yang di Jabodetabek maupun dari Kalimantan Timur untuk diujikan dengan metode PCR.
Metode PCR, kata dia, sesuai prosedur operasi standar analisis laboratorium Halal LPPOM MUI serta untuk menghindari kesalahan positif.
Lukman mengatakan, metode PCR lebih teliti dibandingkan uji cepat (rapid test) yang dilakukan instansi terkait dalam mengecek bumbu Solaria Balikpapan.
Publikasi uji cepat ini sendiri membuat pemberitaan di media menjadi ramai soal keabsahan sertifikat MUI untuk Solaria.
Uji cepat itu, kata Lukman, sejatinya hanya metode awal untuk menguji kandungan zat karena hasil uji cepat bukan alat untuk menyimpulkan zat mengandung babi atau tidak.
"Jika uji cepat menunjukkan positif babi, maka harus dilakukan uji laboratorium yang lebih teliti yaitu dengan metode PCR yang memakan waktu sedikitnya tujuh jam," kata dia.
Dia menyebutkan, ada beberapa laboratoriun yang harus menguji selama 10 hari baru bisa menyimpulkan sebuah zat mengandung unsur tertentu, seperti unsur babi.
"Uji cepat (yang dilakukan instansi di Balikpapan) merupakan sarana pemeriksaan awal terhadap objek uji dan bukan merupakan kesimpulan akhir," kata dia. (Antara/Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua