Nabi Musa Menangis saat Tahu Umat Rasulullah Lebih Mulia Ketimbang Umatnya
NU Online · Selasa, 28 Januari 2025 | 17:30 WIB
Syarif Abdurrahman
Kontributor
Jakarta, NU Online
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) menjelaskan hal unik terkait Isra Miraj yang ada di kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani. Khususnya terkait kisah Nabi Musa yang sedikit tidak ikhlas ketika Allah mengangkat derajat umat Nabi Muhammad lebih mulia.
Bahkan untuk menerima perintah shalat, Nabi Muhammad diundang langsung oleh Allah. Nabi Muhammad juga mendapatkan salam khusus dari Allah, beserta didoakan umat Nabi Muhammad saat bertemu Allah.
Gus Baha mengatakan, kisah tersebut ada di kitab Fathul Bari halaman 613, juz 7. Ia meminta pihak yang ingin mengecek untuk membuka kitab langsung. Jika ada perbedaan halaman, bisa karena beda percetakan.
"Ada percakapan Musa. Kalau saya (Musa) itu kalau dengan Nabi Muhammad tidak masalah, karena memang lebih baik. Namun, ini umat nabi Muhammad juga lebih mulia dari umatku di sisi Allah," ujar Gus Baha dalam sebuah tayangan Youtube AbidiniyyahTV, dikutip Selasa (28/1/2025).
Gus Baha menjelaskan, ketika Nabi Muhammad Isra Miraj, saat itu Nabi Musa di langit ke-3 atau ke-4 itu dilangkahi Nabi Muhammad, kesalip derajatnya oleh Nabi Muhammad, ia menangis sambil menggerutu.
"Nabi Musa berkata sambil menggerutu, kenapa Nabi baru, kok dapat derajat tinggi. Karena Nabi Musa juga manusia. Lalu berkata (gremeng), saya tidak pernah mengira ada orang yang diangkat derajatnya melebihi saya. Karena umat saya (Bani Israil) sudah yakin bahwa saya nabi terbaik di sisi Allah, terus bagaimana ini?" imbuhnya.
Melihat Nabi Musa kurang ikhlas, lalu Nabi Muhammad bertanya ke Jibril dan menghampiri Nabi Musa. Lalu bertanya, bagaimana Allah menyikapi Nabi Musa. Jibril kemudian menjawab, bahwa Allah sudah tahu dan sangat paham karakternya Musa yang suka protes.
"Allah sudah tahu watak dan kebiasaan Nabi Musa, jadi tidak mempermasalahkan," kata ulama asal Rembang ini.
Gus Baha menegaskan, sikap Nabi Musa ini bukan berarti hasud. Hanya saja belum siap kalah dari Nabi Muhammad dan umatnya. Karena Nabi Musa orang baik atau salih, maka protesnya hal baik.
Begitu juga ketika Nabi Musa meminta Nabi Muhammad kembali kepada Allah soal bab shalat. Awalnya wajib shalat itu 50 waktu, Nabi Musa berkata kepada Nabi Muhammad, bahwa umatnya yang ganteng dan bagus saja tidak kuat.
Terpopuler
1
Sidang Pleno Muktamar NU Sepakati Ketum PBNU Dipilih melalui AHWA
2
KH Miftachul Akhyar Resmi Terpilih Menjadi Rais Aam PBNU Masa Khidmah 2026–2031
3
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
4
Terpilih, Ini Profil 9 Anggota AHWA Muktamar Ke-35 NU
5
Gus Yahya Minta Massa Pendukung Gus Yusuf Tenang: Potensi Besar Harus Tetap Diakomodasi untuk NU
6
Bakal Caketum PBNU Gus Kikin: Siapa Pun yang Terpilih Jadi Ketum, NU Harus Tetap Rukun
Terkini
Lihat Semua