Nasaruddin Umar: Kaji Dulu Secara Mendalam
NU Online · Kamis, 16 Oktober 2014 | 08:01 WIB
Jakarta, NU Online
Mantan Katib Aam PBNU Prof Dr Nasaruddin Umar menilai positif adanya upaya pembaharuan sistem pemilihan pimpinan tertinggi di lingkungan NU dari sistem pemilihan langsung menjadi tidak langsung melalui ahlul halli wal aqdi atau pemilihan oleh formatur, namun demikian ia meminta sebelum diterapkan, dilakukan kajian secara mendalam.
<>
“Kalau saya melihat, jangan terlalu cepat, harus ada pengkajian dahulu, jangan sampai memindahkan (kontroversi) pemilukada ke PBNU,” katanya.
Ia menegaskan, perubahan sistem ini hal yang sangat prinsipil karena menyangkut perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.
“Ini kan harus ada di anggaran dasar, saya kira tidak bisa sekarang, keputusan di muktamar yang akan datang, kecuali kalau munas ada kesepakatan,” tandasnya.
Wakil menteri agama ini sepakat, pada intinya, pola pemilihan di lingkungan NU jangan sampai terlalu terbuka. (mukafi niam) foto: kanal satu
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beberapa Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir Setelah Kematian
2
Khutbah Jumat: Hati Merasa Jauh dari Allah, Apa yang Harus Dilakukan?
3
Khutbah Istisqa: Saat Kekeringan Melanda Saatnya Muhasabah dan Berbenah Diri
4
Jadi Ketua Umum PBNU, Gus Kikin Komitmen Tak Lupakan PWNU Jatim
5
Khutbah Jumat: Musim Kemarau dan Anjuran Hemat Air dalam Islam
6
KH Miftachul Akhyar: Muktamar Ke-35 Jadi Pelajaran NU untuk Berani Keluar dari Kebiasaan
Terkini
Lihat Semua