Jakarta, NU Online
Angin rekonsiliasi nasional yang dihembuskan sejumlah kalangan setelah hajatan Pemilu 19 April 2019, disambut baik oleh Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, rekonsiliasi adalah suatu keharusan untuk memastikan hidup yang damai dan tenteram usai pesta demokrasi yang melelahkan itu.
Menurutnya, Islam bukan agama hanya mengajarkan aqidah, syariah, dan ibadah saja. Namun Islam juga menjunjung tinggi akhlaq, budaya dan peradaban yang bermartabat. Puncaknya, Islam adalah agama kemanusiaan. Karena itu, tidak elok jika manusia menjalankan ibadah tapi akhlaqnya hancur, dan budayanya morat-marit.
“Islam juga mengjarkan akhlaq yang mulia, budaya yang tinggi, dan kepribadian yang bermartabat,” tukasnya dalam diskusi di sebuah stasiun televisi swasta, Ahad (4/5) malam.
Kiai Said, lalu membeber tentang tingginya akhlaq Nabi Muhammad SAW. Setelah belau diusir dari Mekah, dan hijrah ke Madinah untuk berjuang hingga meraih kemenangan yang gemilang dalam kurun waktu 8 tahun. Setelah itu Nabi Muhammad SAW kembali ke Mekah dengan kemenangan besar. Namun beliau tidak menyimpan dendam, sakit hati dan sebagainya terhadap mereka yang pernah mendzoliminya dulu.
“Nabi malah berkata, hari ini adalah hari rekonsiliasi. Jadi tidak ada balas dendam, kebenciaan dan permusuhan satu sama lain. Mari kita ikuti jejak beliau. Kalau sudah selesai (Pemilu), ya sudah. Tidak perlu ada dendam,” urainya.
Sementara itu, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti menegaskan, sebenarnya gonjang-ganjing politik di masyarakat, sudah selesai. Tidak ada masalah. Bahkan ia mengaku sudah berkeliling ke sejumlah daerah, ternyata masyarakat tenang-tenang saja. Mereka ingin hdiup aman dan damai, dan menganggap proses politik sudah selesai.
“Kalau masyarakat sudah menganggap selesai, maka pemimpinnya harus ikut kehendak rakyat. Karena sesungguhynya, masyarakat sudah lelah dengan polarisasi yang berbulan-bulan itu. Bagi mereka yang sangat diperlukan adalah rasa aman, damai dan tenteram,” ungkapnya. (Aryudi AR)
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-DIY Tolak Politik Uang dalam Proses Muktamar NU
2
Kompensasi kepada Pemilih dengan Dalih Transportasi atau Ongkos Kerja untuk Memengaruhi Pilihan adalah Haram dan Suap
3
RAPBN 2027 Dana Pendidikan Rp240 Triliun untuk MBG, JPPI: Jangan Pelintir Putusan MK
4
Data Terbaru Gempa M7,7 NTT: 54 Meninggal Dunia, 199 Luka-Luka, 9 Ribu Warga Mengungsi
5
Jusuf Kalla Buka Suara soal Kerusuhan di Aceh: Konflik Internal, Bukan ke Pemerintah Pusat
6
Lima Kelompok Ini Perlu Jadi Perhatian NU dalam Putusan Muktamar Ke-35 di Tambakberas
Terkini
Lihat Semua