Nasional

NU Netral, Nahdliyin Jangan Golput

NU Online  Ā·  Kamis, 5 Juni 2014 | 10:02 WIB

Jember, NU Online
Rais Syuriyah PCNU Jember, Drs KH Hamid Hidir berharap agar jajaran pengurus NU di semua tingkatan tetap netral dalam menyikapi Pilpres 9 Juli mendatang. Menurutnya, sikap netral diperlukan untuk menghindari NU dari keterjebakannya dalam arus politik praktis.
<>
ā€œYa, NU harus netral dan menjaga jarak dengan kontestan Pilpres, agar NU tetap berwibawa,ā€ tukasnya kepada NU Online di sela-sela sebuah acara di Jember, Rabu (4/6).

Pensiunan Kementerian Agama RI itu tak membantah bahwa sebagian tokoh NU Jember sudah terbelah dukungannya dan menjadi ā€œbagianā€ dari kedua pasangan Capres-Cawapres yang ada.

Menurutnya, itu tidak masalah lantaran setiap warga negara Indonesia mempunyai hak politik untuk memilih dan dipilih. ā€œYang tidak boleh di NU itu, mengatasnamakan lembaga (NU) dalam berpolitk praktis. Kalau secara pribadi, silahkan,ā€ jelasnya.

Kiai Hamid menuturkan, kedua pasangan Capres-Capwapres yang bertarung saat ini adalah putra-putra terbaik bangsa, sehingga siapapun yang terpilih diyakini akan membawa perubahan bagi bangsa.

Dikatakan, di kedua kubu tersebut ada representasi NU. ā€œDi kubu Jokowi-JK, ada Jusuf Kalla, yang asli NU. Sedangkan di kubu satunya,Ā  ada pentolan-pentolan NU yang masuk dalam tim sukses. Jadi NU harus netral. Bukan Golput,ā€ jelasnya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang