Pagar Nusa Bojonegoro Jadi Percontohan Nasional
NU Online · Senin, 2 Desember 2013 | 00:03 WIB
Bojonegoro, NU Online
Pimpinan Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Ahad (1/12), mendapat apresiasi dari pimpinan pusat yang menilai organisasi pencak silat NU di kota kaya minyak ini sebagai percontohan nasional.
<>
Hal itu disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Munif Sulaiman dalam acara wisuda khataman yang digelar Pagar Nusa Bojonegoro kepada 1.433 pendekar dari 17 kecamatan.
Munif mengaku, kedatangannya ke Bojonegoro dalam rangka turun ke bawah membangun silaturahmi. "Khususnya Bojonegoro, salah satu cabang pelopor," terangnya.
Menurut Munif, Pagar Nusa Bojonegoro menjadi inspirasi bagi tolok ukur pimpinan pusat tentang kualitas Pagar Nusa. Hal ini akan disosialisasikan ke cabang-cabang lainnya yang masih membutuhkan pembinaan, seperti yang ada di kabupaten/kota di wilayah Indonesia Timur, Kalimantan dan Sumatera.
"Termasuk wisuda dan pengesahan warga seperti ini, mungkin di tempat lain belum pernah dilakukan," sambungnya.
Dijelaskan, Pagar Nusa merupakan organisasi yang melakukan pendidikan bela diri untuk kepentingan penguatan NU dan bangsa. Hal ini seperti tersirat dalam akronim Pagar Nusa, 'pagar NU dan bangsa'. Untuk itu, dalam diri pendekar Pagar Nusa selalu ditanamkan nilai-nilai Pancasila.
Badan otonom NU ini memiliki andil dalam mengokohkan dasar keindonesiaan baik secara internal maupun eksternal. Jadi, kata Munif, siapapun yang mengganggu Pancasila dan undang-undang dasar di Indonesia akan berhadapan dengan Pagar Nusa.
Ditambahkan, menyikapi maraknya anarkisme yang melibatkan anggota sejumlah perguruan silat, Pimpinan Pusat Pagar Nusa mengimbau setiap pimpinan untuk selalu mengontrol penuh para pendekarnya. Pasalnya, Pagar Nusar ada di lingkungan santri dan di bawah naungan kyai. (M. Yazid/Mahbib)
Foto: salah satu atraksi berbahaya para pendekar Pagar Nusa Bojonegoro
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua