PB PMII Kritik Pernyataan Prabowo soal Aksi Bayaran, Sebut Delegitimasi Suara Rakyat
NU Online · Kamis, 25 Juni 2026 | 18:30 WIB
Haekal Attar
Penulis
Jakarta, NU Online
Kepala Bidang Advokasi Pengurus Besar (PB) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Arafat, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai adanya pihak yang mendanai aksi massa berpotensi menjadi upaya mendelegitimasi suara rakyat dan membungkam daya kritis mahasiswa.
"Menganggap mahasiswa bergerak karena bayaran adalah bentuk pengabaian terhadap nalar kritis mahasiswa yang telah melakukan riset, kajian, dan pembacaan situasi kebangsaan secara mendalam," katanya kepada NU Online, Kamis (25/6/2026).
Menurut Arafat, pernyataan tersebut juga dapat dipandang sebagai bentuk penghinaan terhadap kapasitas intelektual mahasiswa.
"Narasi aksi bayaran merupakan bentuk gaslighting politik yang berbahaya dan mencerminkan kegagalan pemerintah dalam memahami akar persoalan bangsa yang sesungguhnya," tegasnya.
Ia menilai sikap Presiden Prabowo justru berpotensi memperlebar fragmentasi sosial daripada membuka ruang dialog dan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.
"PB PMII menyayangkan sikap yang justru menimbulkan fragmentasi yang kian meruncing," ujarnya.
Lebih lanjut, Arafat menilai Presiden Prabowo melakukan pengalihan isu. Menurutnya, alih-alih merespons tuntutan mahasiswa terkait evaluasi Kabinet Merah Putih, Presiden justru mempertanyakan integritas dan moral para demonstran.
"Ini adalah cermin pemimpin yang antikritik dan tidak mampu menyerap aspirasi rakyat secara sehat," katanya.
Arafat menegaskan bahwa gerakan PMII lahir dari aspirasi rakyat dan berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
"Pergerakan kami berlandaskan analisis data, keberpihakan kepada kaum tertindas (mustad'afin), dan kemurnian idealisme," ujarnya.
"Kami tegaskan bahwa nurani dan akal budi mahasiswa tidak bisa dibeli oleh kepentingan oligarki maupun kekuasaan mana pun," sambungnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyatakan terdapat pihak-pihak yang terlibat dalam pendanaan sejumlah aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini. Ia juga menilai sebagian peserta aksi tidak memahami substansi tuntutan yang mereka suarakan.
"Saudara-saudara sekalian, hati-hati loh, saya kasih peringatan mereka-mereka itu. Saya tahu siapa yang bayar-bayar demo, gue tahu itu. Tapi enggak, main demo ditanya anak-anak demo enggak ngerti. Mau demo apa? Ya, kami dibayar Rp200.000, tapi ada," kata Prabowo saat menghadiri Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Beribadah Bukan Transaksi, Meluruskan Hubungan antara Hamba dengan Tuhan
2
Khutbah Jumat: Spirit Sumpah Pemuda, Jangan Bungkam Suara Anak Muda yang Peduli Bangsa
3
Alvin Tedjo, Pria Keturunan Indonesia yang Terpilih sebagai Wali Kota Mississauga di Kanada
4
Khutbah Jumat: Pentingnya Menolong Tetangga di Tengah Kesulitan Ekonomi
5
Khutbah Jumat: 3 Alasan Pemerintah Wajib Mendengarkan Aspirasi Rakyat
6
Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar: Tugas Pengurus Merangkul Semua Elemen, Meningkatkan Kualitas Nahdliyin
Terkini
Lihat Semua