PBNU Akan Bikin Aplikasi Amaliah-Amaliah NU
NU Online · Sabtu, 12 September 2015 | 03:01 WIB
Jakarta, NU Online
Sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan warga NU mengakses amaliah NU yang telah menjadi tradisi seperti bacaan Ratibul Attash, Simtut Dhuroor, Maulid Dibaa, dan lainnya, PBNU akan membuat versi aplikasinya yang nanti bisa diunduh secara gratis di sistem operasi android (google play) maupun di sistem operasi iphone (appstore).
<>
Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menjelaskan, langkah ini merupakan upaya untuk mempermudah akses mengingat kebutuhan masyarakat tentang permasalahan agama semakin besar, apalagi seiring dengan klaim-klaim kebenaran satu pihak sehingga masyarakat menjadi bertanya dan berusaha mencari informasi lebih lanjut.
Masalah keagamaan juga bagian dari layanan yang akan diberikan, seperti pembahasan bid’ah. “Dari berbagai masalah, yang paling mengerucut kan apakah bid’ah itu. Itu kan hal-hal yang menambahkan sesuatu yang tidak dikerjakan oleh rasul, dianggap berlebihan atau menimbulkan kesesatan,” tandasnya.
Ia menjelaskan, kalau shalat subuh 2 rakaat ditambah satu rakaat yang ngak boleh. Ini melebih-lebihkan sesuatu yang dianggap qot’i. Tapi kalau silaturrahmi kemudian doa bersama. Sepanjang melahirkan maslahah ya tidak ada masalah.
“Tidak berarti semua yang tidak dikerjakan nabi adalah sesuatu yang kita singkirkan. Ini harus diedukasi masyarakat ini. Kita harus hadir. Jangan mempersulit diri untuk hadir.”
Ditambahkannya, NU akan menyebarkan informasi tentang NU dan amaliahnya melalui banyak kanal di dunia maya karena tidak selalu satu kanal, meskipun sudah diakses banyak orang, bisa menjangkau semuanya.
“Misalnya twitter kan mempermudah akses informasi kepada publik. Ini sepertinya kecil, tapi maknanya besar. Kita memulai dari sesuatu yang kecil, yang akan menjadi besar. Langkah orang besar kan dimulai dari sesuatu yang kecil. Jadi jangan penah merasa kecil atas tindakan yang kita lakukan, siapa tahu ini menjadi langkah besar bagi orang lain.” (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua