PBNU Apresiasi Pola Perekrutan Kabinet Jokowi
NU Online · Rabu, 22 Oktober 2014 | 13:59 WIB
Jakarta, NU Online
Sekretaris Jenderal PBNU H Marsudi Syuhud mengapresiasi pola perekrutan calon anggota kabinet pasangan Jokowi-JK yang sangat hati-hati, diantaranya dengan melibatkan KPK dan PPATK untuk melihat rekam jejak para calon.<>
“Jokowi saya lihat hati-hati menyusun anggota kementeriannya dengan dibawa ke KPK dan PPATK dulu. Kalau orang punya cacat sedikit, dipressure sedikit, molet,” katanya kepada NU Online, Rabu.
Para menteri dibawah Jokowi menurut Marsudi harus bisa bekerja dibawah tekanan karena masyarakat memiliki ekspektasi tinggi terhadap presiden baru sehingga para pambantunya harus bisa mengikuti seluruh gaya dan pikirannya, mampu mengejawantahkan apa yang dipikirkan presiden.
“Ekspektasi yang tinggi ini kalau meleng sedikit saja banyak pertanyaan. Begitu pula secara riil, partai oposisi menguasai parlemen. Maka diharapkan menteri-menterinya harus kuat fisiknya, kuat kerjanya dan kuat psikologisnya,” tandasnya.
Kehati-hatian yang dilakukan Jokowi sekarang ini, akan menjadi modal yang bagus untuk mendorong soliditas tim sekarang keseluruhan. Jika ada menteri yang terkena masalah pandangan publik secara umum terhadap kabinet juga akan terpengaruh.
Ia sependapat, lebih baik calon yang berpotensi memiliki masalah tidak perlu diangkat daripada nanti diungkit-ungkit oleh publik.
“Kalau sekarang sudah lolos dari berbagai kriteria, apa lagi yang mau di pressure. Yang paling melumpuhkan kan itu, di KPK.” (mukafi niam)
Terpopuler
1
Khutbah Jumat: Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Beribadah
2
Khutbah Jumat: Sejarah dan Keutamaan Hari Jumat sebagai Sayyidul Ayyam
3
LF PBNU Rilis Data Hilal Awal Dzulhijjah 1447 H, Idul Adha Berpotensi 27 Mei 2026
4
Rentetan Pembubaran Nobar Film 'Pesta Babi' Picu Kritik dan Perdebatan Publik
5
MK Sebut Jakarta Masih Berstatus Ibu Kota Negara, Lalu IKN?
6
Khutbah Jumat: Jangan Iri Hati Ketika Orang Lain Lebih Sukses
Terkini
Lihat Semua