PBNU Gelar International Islamic Cultural Expo
NU Online · Senin, 31 Agustus 2015 | 07:30 WIB
Jakarta, NU Online
Dalam rangka menyebarkan Islam rahmatan lil alamiin, pada 13 Oktober mendatang, PBNU menggelar kegiatan International Islamic Cultural Expo 2015 di Jakarta dengan mengusung dua tema besar yang meliputi “Meneguhkan Sistem Ekonomi Keuangan Islam untuk Dunia” dan “Gerakan Radikal Terorisme Mencederai Islam Rahmatan lil Alamiin”. <>
H Mansyur Ramly, ketua panitia seminar mengungkapkan, acara ini merupakan respon terhadap isis pidato Presiden Joko Widodo dalam pembukaan peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 pada April lalu tentang pentingnya membangun tatanan ekonomi baru dan upaya untuk menghentikan tindak kekerasan, aksi radikal dan terorisme. Presiden berpendapat, upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh lembaga ekonomi yang sudah mapan seperti IMF, Bank Dunia, dan ADB tetapi perlu dilakkan reformasi arsitektur keuangan global untuk menghilangkah dominasi sekelompok negara terhadap negara lain.
“Ini merupakan upaya untuk memberikan pemahaman yang benar dan lurus tentang makna jihad, mempersempat ruang gerak terorisme, mencegah kelompok radikal agar tidak menjadi organisasi teroris, serta menggalang kerjasama dan membangun satu sistem untuk membuat kawasan bebas terorisme,” katanya, di Jakarta, Senin (31/8).
Mengenai sub tema “Meneguhkan Sistem Ekonomi Keuangan Islam untuk Dunia” hal ini dimaksudkan untuk memasyarakatkan sistem ekonomi keuangan Islam, memperkuat ekonomi keuangan syariah sebagai solusi alternatif dari sistem ekonomi konvensional yang dianggap gagal, mendorong negara-negara Islam untuk mempraktekkan sistem ekonomi keuangan Islam, dan menjadikan ekonomi keuangan Islam sebagai kekuatan utama dan kerjasama negara-negara Islam.
Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan bahwa seminar internasional dan ekspo budaya Islam ini dimaksudkan untuk mengingat kembali kejayaan Islam di masa lampau. Umat Islam perlu belajar dari sejarah untuk melakukan inovasi dan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman menuju terwujudnya peradaban manusia yang tinggi dan luhur.
“Islam bukan hanya teologi ibadah atau ritual saja. Islam adala dinul tsaqofah wa hadarah wal insaniyah. Islam adalah agama yang membangun peradaban dan kemanusiaan,” kata Kiai Said.
Akan hadir sebagai pembicara diantaranya Kepala Bappenas Dr Sofyan Jalil, Dr H As’ad Said Ali, Prof Dr Akhmad Muzakki (pakar studi terorisme), KH Mustofa Bisri, Muliaman D Hadad (OJK), Dr Abdul Jalil, dan Komjen Pol Saud Usman SH MH. Dari luar negeri akan hadir Karen Amstrong (penulis buku A History of God, Prof Dr M Tahir Mansoori (direktur Syaria Academy, UII Islamabad), Min Zhu (wakil direktur IMF), dan Laurent Booth (muallaf, wartawati BBC). (Mukafi Niam)
Terpopuler
1
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
2
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
3
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
4
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
5
Sidang Pleno II Munas-Konbes, Ketum PBNU Sebut Pelatihan Kader NU Jadi Fondasi Meritokrasi
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua