PBNU Siapkan Pendekatan Superhub untuk Hubungkan Warga dengan Layanan Pemerintah
NU Online Ā· Kamis, 15 Oktober 2026 | 13:30 WIB
Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh saat diwawancarai NU Online usai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026). (NU Online/Jannah)
Rikhul Jannah
Kontributor
Jakarta, NU OnlineĀ
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyiapkan pendekatan superhub untuk menghubungkan kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput dengan akses terhadap sumber daya dan layanan pemerintah.
Katib Aam PBNU Prof. Muhammad Nuh menyampaikan bahwa NU diarahkan menjadi penghubung yang mampu membuka akses ke berbagai pihak. Sementara itu, pelaksanaan program dilakukan oleh struktur NU di tingkat cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC), hingga rantingĀ NU.
Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar struktur NU tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu menjawab persoalan konkret yang dihadapi masyarakat.
āTugas kita ini di PBNU itu menjadikan atau dijadikan sebagai superhub yang bisa mengakses ke mana saja. Superhub, ya. Nah, nanti dari superhub tadi itu diimplementasikan oleh yang namanya eksekutor hub, yang bagian mengeksekusi, yaitu di MWC, pengurus cabang, dan ranting,ā ujarnya saat diwawancarai NU Online seusai Rapat Gabungan Syuriyah dan Tanfidziyah di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Ia mencontohkan, pengurus ranting dapat berperan mendata anak yang mengalami stunting, ibu hamil yang kekurangan gizi, hingga anak yang belum mendapatkan akses pendidikan. Data tersebut kemudian menjadi dasar untuk menghubungkan warga dengan pemerintah daerah.
āIya, ada anak miskin atau ada ibu hamil yang kekurangan gizi yang nanti anaknya stunting. MWCNU atau ranting tadi itu bisa mendata dan komunikasi dengan siapa? Dengan bupati atau wali kota atau pemerintah daerah,ā katanya.
Melalui mekanisme tersebut, Prof. Nuh berharap NU di tingkat lokal dapat menghubungkan warga yang membutuhkan bantuan dengan program pemerintah, termasuk penanganan stunting dan perluasan akses pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
Selain penguatan akses, ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap perubahan demografi, mulai dari generasi digital native hingga kelompok lanjut usia
āDalilnya di era digital itu untuk menikmati tidak harus memiliki, ya. Itu dalilnya,ā katanya.
ProfĀ Nuh berharap pendekatan superhub dapat membuat keberadaan NU dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
āMudah-mudahan dengan pendekatan itu, sekali lagi, yang merasakan manfaatnya itu sampai ke ujung-ujung tadi, itu akar-akar itu, gitu ya,ā pungkasnya.
Terpopuler
1
Habib Umar bin Hafidz Kunjungi PBNU, Ada Tiga Agenda di Dalamnya
2
Bolehkah Suami Menggunakan Tabungan Istri untuk Membayar Utang?
3
Khutbah Jumat: Hak atas Udara Bersih untuk Menjaga Kesehatan Pernapasan
4
Khutbah Jumat: Jangan Putus Asa Mencari Rezeki Halal Saat Ekonomi Sulit
5
BNPB Sebut 639 Hektare Lahan Masih Terbakar di Enam Provinsi
6
Kemenhaj Imbau Jamaah Umrah Indonesia Waspada, Pastikan Kesiapan Perjalanan
Terkini
Lihat Semua