Nasional

PBNU Siapkan Roadshow Sosialisasi AD/ART Hasil Muktamar Ke-35

NU Online  ·  Kamis, 8 Oktober 2026 | 11:30 WIB

PBNU Siapkan Roadshow Sosialisasi AD/ART Hasil Muktamar Ke-35

Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh saat sosialisasi Hasil Muktamar Ke-35 NU, Rabu (7/10/2026) (NU Online/Aceng Darta)

Jakarta, NU Online

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan menggelar sosialisasi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) hasil Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama ke sejumlah daerah. Sosialisasi tersebut ditujukan agar pengurus memahami dan mematuhi aturan dasar organisasi dalam menjalankan roda jam'iyyah.

 

Katib Aam PBNU Prof Muhammad Nuh mengatakan sosialisasi AD/ART menjadi salah satu program yang diprioritaskan PBNU. Sosialisasi akan dilakukan dengan mendatangi sejumlah daerah, termasuk pengurus cabang yang berada di luar Jawa.

 

"Jadi itu termasuk program yang kita prioritaskan, kita menyapa ke beberapa daerah," kata Prof Nuh di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Rabu (7/10/2026).

 

Menurut dia, pola sosialisasi akan bergerak dari pusat menuju wilayah yang lebih jauh atau periferi. Sasaran sosialisasi tidak berhenti pada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU), tetapi juga Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU).

 

“Jadi logikanya itu dari pusat ke periferi. Konsepnya dari pusat ke periferi. Baik pusat organisasi maupun periferi kewilayahan,” kata Prof Nuh. 

 

Ia mengatakan PCNU di berbagai daerah, termasuk wilayah yang berada di luar Jawa dan kawasan dengan komunitas NU minoritas, perlu mendapat perhatian yang sama.

 

“PC-PC-nya tidak hanya yang di Jawa, tapi di pojok-pojok sana pun juga harus disapa. Karena kita ingin mengembangkan ini tidak hanya berbasis di Jawa saja,” ujarnya.

 

Menurut Prof ​​​​​Nuh, konsep pusat ke periferi tidak hanya dimaknai secara geografis. Pola tersebut juga mencakup struktur organisasi dan demografi warga NU.

 

Sosialisasi AD/ART, kata dia, karena itu akan menyasar berbagai lapisan, mulai dari PBNU, PWNU hingga PCNU. Pada saat yang sama, PBNU juga akan memperluas komunikasi dengan generasi muda dan kelompok yang aktif di ruang digital.

 

“Pusat ke periferi itu bisa bermakna kewilayahan, geografis, bisa bermakna struktural dari PB ke PW ke PC, bisa bermakna demografi,” katanya.

 

Prof Nuh mengatakan langkah tersebut diperlukan karena NU tidak hanya merupakan kumpulan warga, tetapi juga organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang membutuhkan penguatan kelembagaan. “Jangan sampai kita mengelola organisasi enggak tahu AD/ART-nya,” ujar dia.

 

Prof  Nuh menyebut AD/ART merupakan pedoman utama organisasi. Karena itu, seluruh tindakan organisasi harus mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan dalam AD/ART.

 

“AD/ART itu tanda petik ‘kitab suci’-nya organisasi. Sehingga mulai dari pemahaman tentang AD/ART, kepatuhan terhadap AD/ART, pelaksanaan terhadap AD/ART itu mutlak kalau kita ingin mengembangkan sebuah organisasi,” kata Prof Nuh.

 

Menurut dia, kepatuhan terhadap AD/ART merupakan bagian penting dalam pengelolaan organisasi. Pengurus, kata dia, tidak semestinya menjalankan organisasi tanpa memahami aturan yang menjadi landasannya.

 

“Intinya, tindakan organisasi itu harus compliance (kepatuhan) terhadap AD dan ART. Ini ‘kitab suci’-nya,” ujarnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang