Nasional

Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat

NU Online  ·  Jumat, 12 Juni 2026 | 07:00 WIB

Peaceful Muharam 1448 H, Kemenag Gelar Standardisasi Kosakata Isyarat hingga Akurasi Titik Kiblat

Bimas Islam Talk di Jakarta, Kamis (11/6/2026). (Foto: NU Online/Jannah)

Jakarta, NU Online

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kementerian Agama menggelar Peaceful Muharam 1448 H dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam dengan sejumlah program, mulai dari standardisasi kosakata bahasa isyarat keislaman, bersih-bersih masjid, halal expo, lebaran yatim, khataman Al-Qur’an, hingga akurasi titik kiblat.


Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam kali ini dikemas lebih variatif dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat, mulai dari generasi muda, keluarga, penyandang disabilitas, hingga komunitas masjid.


“Kami ingin mengajak seluruh umat Islam untuk menjadikan momentum tahun baru Hijriah tersebut untuk melakukan perbaikan-perbaikan ke depan, melakukan berbagai macam perubahan agar tahun depan kita menjadi lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya dalam acara Bimas Islam Talk di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

 

Ia menyampaikan bahwa tema yang diusung adalah Menebar Maslahat, Menguatkan Umat dengan tujuan mewujudkan nilai-nilai keagamaan dalam aksi nyata yang menghadirkan kedamaian, kepedulian, dan pemberdayaan melalui pendekatan spiritual, sosial, kemanusiaan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.


“Peaceful Muharam harus menjadi ruang untuk menebar maslahat dan menguatkan umat. Karena itu, seluruh program yang disiapkan diarahkan agar memberikan dampak sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” katanya.


Abu menyampaikan bahwa kegiatan standardisasi kosakata bahasa isyarat keislaman menjadi bentuk kepedulian kepada penyandang disabilitas yang bertujuan menyeragamkan kosakata yang selama ini masih beragam.


“Ada lebaran yatim dan disabilitas untuk menumbuhkan bakat bagi anak-anak, termasuk pembacaan puisi dan lain sebagainya,” katanya.


Ia mengatakan bahwa kegiatan bersih-bersih masjid tidak hanya membersihkan halaman, tetapi juga melakukan penanaman pohon. Selain itu, halal expo menjadi wadah mempertemukan brand halal dengan pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Kami juga punya 100 ribu khataman Al-Qur’an yang nanti umat Islam bisa berpartisipasi secara langsung,” ucapnya.


Abu mengajak umat Islam di Indonesia untuk menyempurnakan arah kiblat shalat dengan mengakurasi titik kiblat yang tersebar di 1,448 juta titik.


“Kami mohon umat Islam untuk bisa berpartisipasi menyempurnakan kiblat-kiblat kita di masjid, mushala, rumah, hotel, ataupun restoran. Kegiatannya simpel, tapi bisa membuat arah kiblat kita jauh lebih presisi daripada sebelum-sebelumnya,” terangnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang