Kediri, NU Online
Suara bedug terus bertalu-talu, diiringi dengan bacaan sholawat terus bergema saat acara Open Turnamen Pencak Dor yang berlangsung di Lapangan Muktamar Pesantren Lirboyo, Ahad Malam.
<>
Sekitar 10 ribu penggemar dari wilayah sekitar, Kediri dan Blitar hadir pada acara yang juga disiarkan secara langsung oleh TV lokal di Kediri itu.
Acara yang digelar oleh Paguyuban Pencinta Pencak Dor se Karesidenan Kediri ini dalam rangka memeriahkan Pasar Rakyat Indonesia yang digelar oleh PBNU dan PCNU Kota Kediri, di lokasi itu.
Selain itu, juga dalam rangka sosialisasi peraturan baru Open Turnamen Pencak Dor di Karesidenan Kediri, menyusul disusunnya peraturan dan susunan pengurus Paguyuban Pecinta dan Pelestasi Pencak Dor.
“Kalau sebelumnya aturannya sangat sederhana. Sekarang lebih diperketat lagi. Misalnya, kalau dulu tidak ada protektor di tangan, kemaluan dan gigi sekarang ada. Jadi para pemain harus menggunakan pelindung semi hand box di tangan, gamsil di gigi dan cep protektor di kemaluan,’’ ujar Mohammad Shobiri, dewan pendekar dan wasit juri pencak dor kepada NU Online, kemarin.
Pada kesempatan itu juga sekaligus menjadi ajang percontohan penyelenggaraan Pencak Dor, untuk ditinjau oleh tim Keamanan dari Polda Jatim untuk penentuan apakah olah raga ini masuk ke organisi IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) atau olah raga rekreasi.
Dari penjelasan aparat keamanan, setelah menyaksikan jalannya kegiatan, mereka berkesimpulan bahwa Pencak Dor masuk pada olah raga rekreasi karena kegiatannya banyak unsur tradisi dan budayanya.
“Karena pencak dor ini banyak unsur budaya dan tradisi maka, lebih dekat ke olah raga rekreasi,’’ ungkap Kapolresta Kediri.
Kalau standar, permainannya menggunakan aturan yang diajukan oleh Paguyuban, maka pihak keamanan akan memudahkan dan meloloskan ijin keramaiannya.
“Kalau yang mengajukan ijin adalah paguyuban dan aturannya sama persis seperti ini. Kami tidak segan-segan untuk memberikan ijin penyelenggaraannya,’’ tandasnya.
Redaktur : Mukafi Niam
Kontributor: Imam Kusnin
Terpopuler
1
PWNU dan PCNU Se-Yogyakarta dan Jawa Tengah Tolak Pembatasan Ahwa hingga Perubahan Kedudukan Rais Aam
2
Khutbah Jumat: Tahun Baru Hijriah, Momentum Upgrade Diri Menuju Muslim yang Lebih Baik
3
Khutbah Jumat: Spirit Muharram untuk Menghadapi Era Modern
4
Usulan LF PBNU Atasi Perbedaan Awal Bulan Hijriah di Tengah Kesepakatan Imkanur Rukyah
5
Khutbah Jumat Bahasa Jawa: Nguri-uri Kamulyaning Wulan Muharram
6
Khutbah Jumat: Pesan Rasulullah, Jangan Mencari-cari Kesalahan Orang Lain
Terkini
Lihat Semua