Penerbitan Kamus Al-Munawwir Lewati Ujian Berat
NU Online · Kamis, 10 April 2014 | 04:07 WIB
Yogyakarta, NU Online
Pada peringatan haul pertama KH Ahmad Warsun Munawwir, Selasa (8/4) malam, Kiai Ali As’ad dalam ceramahnya menceritakan proses penerbitan kamus Al-Munawwir yang kini menjadi kamus bahasa Arab-Indonesia yang paling sering digunakan di kalangan santri, akademik, dan umum.
<>
“Setelah naskah kamus Al-Munawwir selesai, Mbah Warsun menyerahkan draftnya kepada KH Ali Maksum untuk meminta kata pengantar,” ujar Kiai Ali As’ad.
KH Ali Maksum, sambung Kiai Ali As’ad, tidak langsung serta merta memberikan kata pengantar. Sebelum memberikan kata pengantar, ia akan menguji terlebih dahulu KH Warsun.
“Saya masih ingat, ujian itu dilakukan setelah sembahyang Subuh. Mbah Ali Maksum melontarkan pertanyaan kosakata bahasa Arab kepada Mbah Warsun. Setelah dijawab lancar, Mbah Ali kemudian berkenan memberikan kata pengantar untuk kamus Al-Munawwir,” ujar Kiai Ali yang saat itu mendampingi Kiai Warsun.
Haul pertama KH Warsun dihadiri ratusan warga dan santri pesantren Krapyak. Sebelum bacaan surah Yasiin dan tahlil dikumandangkan, para tamu dijamu makan malam di halaman kompleks Q pesantren Al-Munawwir. (Nur Rokhim/Alhafiz K)
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua