Penguatan Tata Kelola Sumber Daya Air untuk Pembangunan
NU Online · Ahad, 28 Maret 2021 | 17:30 WIB
Jakarta, NU Online
Kolaborasi antaruniversitas, pemerintah, dan masyarakat di sektor air antara Indonesia-Belanda terus diupayakan oleh sejumlah pihak. Seperti pada Jumat (26/3), Jaringan Alumni Belanda di Indonesia (NL Alumni Network) bekerjasama dengan I&P (Asosiasi Intelektual dan Profesional Indonesia) membahas itu dalam Orange Talks keempat dengan tema Water Resource Partnerships for Sustainable Development: Finding Opportunities for Cross-sector Collaboration.
Diskusi secara daring tersebut mengungkapkan untuk mencapai Sustainable Development Goals upaya perlu difokuskan pada kualitas air, tata kelola sumber daya air, pembangunan infrastruktur, bencana manajemen, dan adaptasi iklim semuanya melibatkan kemitraan aktif antara universitas, pemerintah, bisnis, dan komunitas. Pengembangan penelitian dan inovasi oleh universitas memberikan hal baru pada platform dan teknologi untuk mempercepat kemajuan dalam memenuhi SDG.
Peter Van Tujil, direktur Nuffic Neso Indonesia mengatakan hal itu sebagai tantangan bagi alumni Belanda untuk menyelenggarakan agenda dan program berkelanjutan yang dapat menanggapi persoalan air yang cukup krusial tersebut.
Leo Eliasta, narasumber pertama menyampaikan ada tujuh agenda prioritas nasional terkait pengembangan nasional yang menjadi prioritas, salah satunya adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan.
PUPR juga mendukung dua agenda pembangunan. Pertama, PN1 Memperkuat Ketahanan Ekonomi untuk Pertumbuhan yang Berkualitas dan Berkeadilan melalui Pengelolaan sumber daya ekonomi yang meliputi pemenuhan pangan dan pertanian serta pengelolaan kelautan, kelautan, dan perikanan, sumber daya air, sumber daya energi, dan kehutanan. Kedua, Penguatan Infrastruktur PNS bertujuan untuk mendukung kegiatan ekonomi dan mendorong pembangunan nasional secara proporsional, melalui pembangunan Infrastruktur Dasar.
Untuk mengimplementasikan agenda tersebut, dibutuhkan adanya penyusunan program yang terintegrasi dan sistemis, sikap pengambil risiko dan pengambilan keputusan yang cepat, kerja tim yang solid dan orientasi lokasi, pengawasan yang rinci dan konsisten, dan sistem operasi dan pemeliharaan yang kuat.
Reza Pramana menjelaskan terjadinya pencemaran air yang menurutnya disebabkan oleh tiga hal, yaitu air limbah rumah tangga, air limbah industri dan limbah padat pertanian. Untuk menanggulangi hal ini ia menegaskan perlu adanya kerjasama antar perguruan tinggi, sekolah menengah, instansi pemerintah, instansi swasta, serta LSM lainnya.
Adapun Floris Boogaard banyak mengulas persoalan tantangan iklim di perkotaan. "Tantangan lingkungan yang kita hadapi saat ini peristiwa cuaca dan suhu ekstrim; mempercepat hilangnya keanekaragaman hayati, polusi udara, tanah, dan air; dan kegagalan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi," ungkapnya
Editor: Kendi Setiawan
Terpopuler
1
AHWA Tetapkan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU Masa Khidmah 2026-2031
2
Usai Gus Kikin Terpilih, Ini Susunan Tim Formatur PBNU Masa Khidmah 2026-2031
3
Profil Gus Kikin yang Terpilih Jadi Ketum PBNU Hasil Muktamar Ke-35
4
Rais Aam Terpilih Setujui Lima Calon Ketua Umum PBNU, Musyawarah Penentuan Segera Dimulai
5
Ketum PBNU Terpilih Gus Kikin: Qanun Asasi Bakal Jadi Pedoman Perjalanan NU Abad Kedua
6
Gus Kikin Sampaikan Pidato Perdana Usai Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU 2026-2031
Terkini
Lihat Semua