Nasional

Peternak di Sejumlah Daerah Menjerit Pakan Ternak Naik, Gelar Aksi Bagi-Bagi Ayam dan Telur Gratis

NU Online  ·  Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:30 WIB

Peternak di Sejumlah Daerah Menjerit Pakan Ternak Naik, Gelar Aksi Bagi-Bagi Ayam dan Telur Gratis

Peternak menggelar aksi bagi-bagi ayam dan telur gratis sebagai bentuk protes harga pakan naik. (Foto: dok istimewa)

Batang, NU Online

Kenaikan harga pakan yang tidak diimbangi dengan membaiknya harga telur di tingkat peternak memicu aksi unjuk rasa peternak ayam petelur di sejumlah daerah, seperti Boyolali, Magelang, Kendal, Batang, Pekalongan, Wonosobo, Yogyakarta, dan wilayah lainnya, Senin (10/8/2026).


Dalam aksi tersebut, para peternak membagikan ayam dan telur kepada masyarakat sebagai bentuk protes terhadap kondisi usaha yang dinilai semakin memberatkan.


Salah seorang peternak ayam petelur asal Bandar, Batang, Jawa Tengah, Muhammad Syauqi Addani, mengatakan aksi tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya harga pakan, rendahnya harga telur di tingkat peternak, serta rendahnya harga ayam afkir atau ayam yang sudah tidak produktif.


"Harga pakan tinggi, harga telur di tingkat peternak murah, dan harga ayam afkir juga murah. Itu yang menjadi alasan utama peternak melakukan aksi," ujar Syauqi kepada NU Online, Senin (10/8/2026).


Menurut Syauqi, kondisi tersebut telah dirasakan para peternak selama lebih dari tiga bulan, bahkan mendekati empat bulan. Dampaknya, banyak peternak mengalami kerugian dengan besaran yang berbeda-beda.


"Kalau soal kerugian tiap peternak berbeda, tergantung kapasitas ayam yang dipelihara, jenis pakan yang digunakan, dan sistem penjualan telurnya," jelasnya.


Ia mengungkapkan, kenaikan harga pakan cukup signifikan. Jika sebelumnya pakan jadi dengan kualitas paling ekonomis masih dapat diperoleh sekitar Rp6.500 per kilogram, kini harganya mencapai sekitar Rp7.800 per kilogram.


Di sisi lain, harga telur di tingkat kandang justru berada pada kisaran Rp20.000 per kilogram. Padahal, menurutnya, agar usaha peternakan tetap berjalan dengan sehat, harga telur setidaknya berada di angka Rp25.000 per kilogram dengan asumsi harga pakan dalam kondisi normal.


"Per hari ini harga telur di kandang sekitar Rp20.000 per kilogram. Asal tidak di bawah Rp25.000 per kilogram peternak masih aman, itu pun dengan catatan harga pakan normal," katanya.


Syauqi berharap pemerintah segera menghadirkan solusi konkret agar usaha peternakan rakyat tetap dapat bertahan. Menurutnya, kebijakan yang berpihak kepada peternak dan petani sangat dibutuhkan di tengah kondisi tersebut.


"Harapannya ada solusi untuk masalah ini. Kebijakan yang menguntungkan bagi peternak dan petani sangat kami harapkan," ujarnya.


Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera Sektor Batang, Joko Pramono, mengatakan aksi tersebut terpaksa dilakukan karena kondisi peternak rakyat semakin tertekan akibat tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur.


"Pada aksi perdana ini, sebanyak 600 ekor ayam dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang melintas di Batang," ungkapnya.

Gabung di WhatsApp Channel NU Online untuk info dan inspirasi terbaru!
Gabung Sekarang