Pontianak, NU Online
Pengurus Cabang PMII Kota Pontianak bekerjasama dengan Forum Peduli Ibu Pertiwi (FPIP ) mengadakan dialog kebangsaan dengan mengangkat tema Memperkokoh Peran Pesantren dalam Menjaga Keutuhan NKRI. <>
Acara ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Jihad yang terletak di Sungai Jawi Pontianak, Selasa (17/12). Dialog dimulai tepat pada pukul 13:30 dan berakhir pada pukul 14:00 berjalan sangat alot. Antusias peserta yang membeludak bertempat di aula kawasan Pesantren.
Peserta terdiri dari para siswa madrasah aliyah pesantren al-Jihad beserta dewan guru serta kader PMII yang kesemuanya berjumlah kurang lebih 160 orang memadati acara tersebut.
Tema diangkat karena dianggap perlu diadakan dialog yang mampu menjelaskan atau memberi pemahaman tentang persatuan dan rasa cinta tanah air. Paling penting dari tema tersebut adalah timbulnya ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniah dan ukhuwah basyariah di dalam benak remaja, khuususnya para santri yang ada di pesantren ini.
“Tujuan akhir dari acara ini ialah untuk mewujudkan rasa toleransi terhadap berbagai perbedaan yang terjadi dilingkungan masyarakat. Dan harapan besarnya mereka bisa menjadi agen perdamaian saat terjun kembali ke masyarakatnya,” tukas Abdul Ghani, ketua PC PMII Kota Pontianak.
“Pemuda yang maju dalam hal berfikir maka akan membawa kemajuan terhadap bangsa dan negara,” ungkap KH Abdul Muthalib, pimpinan Pesantren Al-Jihad). Ia juga menyambut baik acara yang dilaksanakan oleh PMII dan FPIP, untuk menjalin silaturahmi antar semua elemen dan memberikan pandangan terhadap pentingnya menjaga keutuhan NKRI yang sedang digoyah oleh berbagai issu kurang menguntungkan ummat Islam terutama dalam di lingkungan pesantren.
“Peran pesantren sangat terasa tidak hanya sekarag tetapi sebelum negara ini berdiri, pesantren sudah memainkan pran penting dalam menggapai kemerdekaan dan mengisi kemerdekaan,” ungkap Dr H Haitami Salim, direktur pasca sarjana STAIN Pontianak.
Kemerdekaan yang di capai oleh bangsa ini tidak bisa lepas dari peran pesantren, namun pada kenyataanya pada akhir-akhir ini pesantren dicurigai sebagai sarang terorisme.
Untuk menanggulangi anggapan miris tersebut, maka pola pikir santri harus dirubah yaitu cara berfikir, cara bertindak dan cara berkata. Jika tiga komponen ini dilaksanakan dalam bermasyarakat maka anggapan miris terhadap pesanteren akan hilang dan akan menjadi kebanggaan bangsa.
Selain acara dialaog kebangsaan, PMII dan FPIP juga memberikan sumbangan material berupa semen sebanyak 100 sak, yang akan dipergunakan untuk membangun pesantren yang sedang dalam proses pengerjaan.
Redaktur: Mukafi Niam
Terpopuler
1
Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Penentuan Tuan Rumah Gunakan Empat Kriteria
2
KH Nurul Huda Djazuli: Saya Cinta NU, Saya Tak Ingin Melihat Pengurus Bertengkar, NU dan Pesantren Harus Menguatkan
3
Seruan 13 Kiai Sepuh tentang AHWA Jelang Pembukaan Munas dan Konbes NU 2026
4
Kepada Pengurus NU, KH Nurul Huda Djazuli: Tetap Ikhlas demi Menghidupkan NU
5
Rais Aam PBNU Kembali Gunakan Bahasa Arab dalam Khutbah Iftitah Munas-Konbes NU 2026
6
Ketum PBNU: Barokah Kiai Sepuh, Munas dan Konbes NU di Ploso Berjalan Sukses
Terkini
Lihat Semua