Potret Keberagaman di Makam Sunan Gunung Jati
NU Online · Ahad, 26 Januari 2020 | 05:00 WIB
Sunan Gunung Jati merupakan satu dari sembilan wali, yang akrab dikenal dengan sebutan Walisongo, dan menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Makam Syeikh Syarif Hidayatullah juga dikelilingi oleh makam-makam anak cucunya.
Jika biasanya makam wali dikunjungi oleh para Muslim, ulama, organisasi keislaman atau majlis taklim, kali ini makam Sunan Gunung Jati dikunjungi para peserta Peace Train yang terdiri dari berbagai keyakinan. Walaupun begitu, para peserta tetap disambut hangat dan juga ikut turut serta berdoa dengan khuyuk sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.
Buya menjelaskan tentang bagaimana agama sebetulnya tidak membenarkan segala bentuk kekerasan, termasuk kekerasan berbasis gender. "Agama sangat memuliakan manusia. Hanya saja terkadang penafsirannya membuat wajah agama malah sebaliknya," tutur Buya Husein.
Sementara itu, Ahmad Nurcholish, salah satu penggagas Peace Train menjelaskan bahwa acara ini bertujuan untuk menciptakan jembatan dan ruang perjumpaan lintas kepercayaan, suku, budaya dan segala bentuk perbedaan yang ada pada diri setiap peserta.
Peace Train menjadi media untuk berinteraksi dengan cara yang menyenangkan. Dengan jalan-jalan sebagaimana yang biasa disukai oleh kebanyakan anak muda. "Melalui acara ini, diharapkan agar semua peserta bisa bersahabat dan bersama-sama merawat kebhinnekaan," katanya.
Salah seorang peserta dari Indonesia Conference of Religion and Peace (ICRP), Nia Syarifuddin, menceritakan bagaimana bermanfaatnya acara ini. Karena Peace Train mampu menjumpakan para peserta yang sangat berbeda-beda.
Terpopuler
1
Mengenal Enam A’wan PBNU 2026-2031 dari Kalangan Guru Besar dan Rektor Perguruan Tinggi
2
Khutbah Jumat: Keutamaan Mendoakan Keluarga yang Sudah Meninggal pada Hari Jumat
3
Khutbah Jumat: Sedekah Jumat Berkah, Menghidupkan Hari Mulia dengan Kebaikan
4
Khutbah Jumat: Menjaga Diri dari Maksiat Digital di Era Media Sosial
5
PBNU Sosialisasikan AD/ART Baru, Konferensi PWNU, PCNU, dan PCINU Dimulai 1 November 2026
6
Khutbah Jumat: Peran Masyarakat, Pemerintah dan Keluarga dalam Menciptakan Lingkungan Bebas Perundungan
Terkini
Lihat Semua